Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan Ternyata Alat Penelitian Laut

- Kamis, 09 April 2026 | 08:30 WIB
Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan Ternyata Alat Penelitian Laut

Heboh di Gili Trawangan: Benda Mirip Torpedo Ternyata Alat Penelitian

Suasana di perairan Gili Trawangan sempat tegang. Warga dan wisatawan digegerkan oleh penemuan sebuah benda mencurigakan yang bentuknya mirip torpedo. Kejadian ini langsung menjadi buah bibir di kawasan wisata populer Lombok Utara, NTB, itu.

Laporan pertama datang dari warga setempat ke Polres Lombok Utara. Melihat bentuknya yang tak biasa dan berpotensi bahaya, polisi tak mau ambil risiko. Mereka segera memanggil tim ahli dari Detasemen Gegana Sat Brimob Polda NTB untuk turun tangan.

Tim Gegana pun bergegas memeriksa benda itu langsung di lokasi penemuannya. Ketegangan pun perlahan mereda setelah pemeriksaan mendalam dilakukan.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, akhirnya memberikan penjelasan yang menenangkan. Menurutnya, benda itu sama sekali bukan bahan berbahaya.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa benda tersebut bukan bom atau bahan peledak maupun radioaktif. Itu merupakan alat pengukur arus air laut di kedalaman tertentu,”

Kholid menyampaikan keterangan itu pada Rabu (8/4/2026). Alat yang sempat dikira torpedo itu, jelasnya, adalah perangkat untuk keperluan ilmiah. Biasanya dipakai dalam penelitian atau pemantauan kondisi laut, dan sering ditempatkan di pelampung atau dasar perairan.

Meski sudah dipastikan aman, polisi tetap mengambil langkah hati-hati. Benda itu diamankan dan dibawa ke Polres setempat. Tujuannya dua: mencegah kepanikan di masyarakat dan untuk identifikasi lebih lanjut.

“Saat ini benda tersebut telah diamankan di Polres setempat,”

Imbauan pun disampaikan kepada publik. Polisi meminta masyarakat agar tetap tenang, namun waspada. Jika menemukan benda mencurigakan, terutama di kawasan wisata seperti ini, segera laporkan ke pihak berwenang. Penanganan yang cepat bisa mencegah salah paham dan kekhawatiran yang tidak perlu.

Begitulah kejadiannya. Heboh sesaat di pantai indah itu akhirnya berakhir dengan penjelasan yang masuk akal. Bukan ancaman, melainkan hanya alat penelitian yang tersesat.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar