Persoalan lain yang tak kalah pelik adalah kemacetan. Jalan di sekitar lokasi itu sempit dan sudah padat kendaraan. Coba bayangkan: di sekitarnya ada dua sekolah, rumah sakit, sebuah pura, bahkan pom bensin. Aktivitas hariannya sudah sangat ramai.
Belum lagi kekhawatiran soal polusi udara dari aktivitas krematorium nantinya. Yang menarik, pihak kelurahan disebutkan mengaku tidak tahu detail proyek ini dan bilang keputusannya dari pemerintah pusat.
Pekerja Klaim Izin Lengkap, Pembangunan Dihentikan Sementara
Tekanan warga terus berlanjut. Budiman menyebut mereka sudah mengajukan surat permohonan audiensi ke DPR, DPRD DKI Komisi A, dan instansi terkait. Tujuannya cuma satu: minta kejelasan.
Di lapangan, respons datang dari pihak pekerja. Perwakilan mereka, Hari DP, mengklaim semua perizinan sudah lengkap. Namun begitu, setelah bertemu dengan warga yang protes, mereka memutuskan untuk berhenti dulu.
Jadi, untuk sementara, alat-alat berat itu diam. Tapi ketegangan masih terasa. Warga menunggu, sementara proyek itu menggantung menunggu kepastian yang belum jelas ujungnya.
Artikel Terkait
PSG Kalahkan Liverpool 2-0, Kokohkan Posisi Jelang Leg Kedua
Harga Emas Perhiasan Tembus Rp2,4 Juta per Gram pada 9 April 2026
Kisah Mardi Rambo dan Pengorbanan Prajurit Garuda di Medan Perdamaian
Promotor Ungkap Tantangan Yakinkan Patrick Kluivert Tampil Lagi di Indonesia