“Kalau itu nanti mau dipakai juga untuk bisa dimanfaatkan sehingga kemudian mungkin menjadi lebih dekat, program-program dari perusahaan yang butuh kemampuan teman-teman buruh seperti apa, di situ bisa transfer knowledge,” ujar Jenderal Sigit.
“Sehingga kemudian rekan-rekan juga siap untuk bersaing dengan buruh di mancanegara dan kita tunjukan bahwa buruh-buruh Indonesia juga tidak kalah profesional,” lanjutnya.
Keseimbangan antara Investasi dan Hak Pekerja
Di sisi lain, mantan Kabareskrim ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan. Iklim investasi yang kondusif, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan pemenuhan hak-hak pekerja. Ia mengajak semua pihak untuk berkolaborasi menciptakan hubungan industrial yang harmonis.
“Di satu sisi mereka (investor) mau berinvestasi, mereka mau mengembangkan usahanya. Di sisi lain juga mereka tetap harus memperhatikan hak-hak dari para pekerja. Keseimbangan ini yang tentunya harus kita jaga,” katanya.
Meski demikian, Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk mengawal aspirasi buruh yang disampaikan sesuai koridor hukum. “Polri tetap terus akan mengawal apapun aspirasi dari rekan-rekan buruh di dalam memperjuangkan hak-hak buruh. Namun melalui koridor aturan yang benar,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Manado Kerahkan 1.216 Personel Amankan Perayaan Paskah Nasional 2026
Layanan SIM Keliling Kembali Beroperasi di Jakarta, Cek Jadwal dan Syaratnya
PM Spanyol Kecam Netanyahu, Tuduh Rendahkan Nyawa dan Hukum Internasional
Anggota PAN Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Harga Minyak Dunia Turun