Namun begitu, ada secercah kabar keesokan harinya. Seorang alumni ponpes bernama Fauzan mengaku melihat Saina.
"Dia melihat korban di depan Sekolah Kristen Mardi Waluya Cilodong. Fauzan sempat memanggilnya," ujar Jupriono melanjutkan penjelasannya.
Tapi sayang, panggilan itu tak digubris. Yang lebih menguatirkan, menurut kesaksian Fauzan, wajah Saina terlihat pucat. Sejak momen itu, jejaknya kembali menghilang. Sampai sekarang, Saina belum juga pulang.
Di sisi lain, kepolisian memastikan bahwa pencarian masih terus berjalan. Mereka juga masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, termasuk teman-teman Saina dan pengurus ponpes, berharap ada petunjuk baru yang bisa mengungkap keberadaannya.
Artikel Terkait
Atletico Hancurkan Barcelona 2-0 di Camp Nou, Tuan Rumah Terancam Tersingkir
PSG Kalahkan Liverpool 2-0, Kokohkan Posisi Jelang Leg Kedua
Harga Emas Perhiasan Tembus Rp2,4 Juta per Gram pada 9 April 2026
Kisah Mardi Rambo dan Pengorbanan Prajurit Garuda di Medan Perdamaian