Gempa 7,5 SR Guncang Jepang Utara, 30 Orang Terluka dan Tsunami 70 Cm Mengancam

- Selasa, 09 Desember 2025 | 10:36 WIB
Gempa 7,5 SR Guncang Jepang Utara, 30 Orang Terluka dan Tsunami 70 Cm Mengancam

Gempa kuat melanda wilayah utara Jepang, Senin lalu. Guncangannya terasa keras, dan akibatnya, kerusakan terlihat di beberapa tempat. Yang cukup mengkhawatirkan, korban luka dilaporkan sudah mencapai tiga puluh orang.

Rekaman video yang beredar pasca-bencana cukup menggambarkan situasinya. Jalanan rusak parah. Bahkan, ada mobil yang nyaris tenggelam di sebuah lubang besar yang tiba-tiba menganga di aspal langsung akibat gempa, begitu kelihatannya.

Menurut laporan AFP, jalanan dan trotoar di sana penuh dengan pecahan kaca berhamburan. Semua ini berawal dari gempa berkekuatan 7,5 skala Richter yang mengguncang daerah itu tanpa ampun.

Bencana tak berhenti di situ. Di Kota Aomori, api dilaporkan berkobar di satu lokasi. Sementara itu, di wilayah pesisir, situasinya juga mencemaskan. Badan Meteorologi Jepang mengonfirmasi telah terjadi tsunami, dengan ketinggian ombak mencapai sekitar 70 sentimeter.

Laporan dari otoritas Hokkaido menyebut, warga merasakan bumi bergoyang cukup lama, kira-kira setengah menit. Cukup untuk membuat siapa pun panik.

Keesokan paginya, Selasa, Perdana Menteri Sanae Takaichi memberikan pengumuman resmi. Ia mengonfirmasi bahwa tiga puluh warganya terluka akibat musibah tersebut.

Namun begitu, ia juga mengingatkan bahwa bahaya belum sepenuhnya berlalu. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi gempa susulan yang bisa terjadi dalam beberapa hari mendatang.

“Saya minta semua untuk mendengarkan informasi dari JMA atau pemerintah setempat selama kurang lebih seminggu ke depan. Periksa juga, apakah perabotan di rumah kalian sudah aman dan terikat dengan baik,” ucap Takaichi, seperti dikutip media.

“Dan bersiaplah untuk segera mengungsi, saat kalian merasakan guncangan lagi,” tegasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar