Rabu (28/1/2026) ini, pasar pangan nasional tampak bergerak aktif. Berbeda dari beberapa hari sebelumnya, mayoritas harga komoditas utama justru merangkak naik. Mulai dari bawang, cabai, hingga daging sapi, semuanya ikut terdongkrak.
Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, yang diambil sekitar pukul 9.30 pagi, mencatat kenaikan yang cukup signifikan. Bawang merah, misalnya, melonjak 8,86 persen ke level Rp48.550 per kilogram. Tak ketinggalan, bawang putih juga ikut naik 5,8 persen menjadi Rp42.900 per kg.
Nah, untuk beras, situasinya sedikit beragam. Meski begitu, tren umumnya tetap naik. Beras kualitas bawah I meroket 12,15 persen ke harga Rp16.150 per kg. Sementara yang kualitas medium I dan II naik masing-masing 3,15 persen dan 3,48 persen.
Namun begitu, ada sedikit pengecualian untuk beras super I yang justru turun tipis 0,29 persen. Tapi, penurunan kecil ini seolah tenggelam oleh kenaikan di hampir semua komoditas lain.
Yang paling terasa mungkin di bagian bumbu dapur. Cabai-cabai seakan berlomba naik harganya. Cabai merah besar naik tajam 22,98 persen, menyentuh Rp47.900 per kg. Cabai rawit, baik merah maupun hijau, juga tak kalah ganas, dengan kenaikan di atas 16 persen. Bisa dibayangkan bagaimana ibu-ibu rumah tangga mengelus dada di pasar.
Di sisi protein, kenaikan juga terjadi. Daging ayam ras segar naik hampir 2 persen. Untuk daging sapi, kualitas I naik 6,08 persen menjadi Rp151.000 per kg, diikuti kualitas II yang naik 3,64 persen.
Tak cuma itu, barang-barang pokok lain seperti gula dan minyak ikut-ikutan. Gula pasir lokal dan premium naik sekitar 2 persen. Minyak goreng, baik curah maupun kemasan bermerek, juga menunjukkan grafik naik, dengan kenaikan tertinggi pada kemasan bermerek I sebesar 7,76 persen. Telur ayam pun tak mau ketinggalan, naik 5,35 persen.
Secara keseluruhan, pagi ini pasar pangan diwarnai oleh sentimen kenaikan yang hampir merata. Sebuah kondisi yang tentu akan mempengaruhi daya beli masyarakat di tengah hiruk-pikuk aktivitas ekonomi.
Artikel Terkait
Okupansi Whoosh dan LRT Jabodebek Melonjak Usai Kecelakaan Maut KRL di Bekasi
Asisten Masinis Curiga Sinyal Eror Sesaat Sebelum KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi, 15 Tewas
Sri Mulyani Berduka atas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Sehari Sebelumnya Ia Naik Rute yang Sama
Jasa Raharja Pastikan Santunan Cair untuk Seluruh Korban Kecelakaan Stasiun Bekasi Timur