Momen Lebaran tahun ini menyisakan cerita menarik dari dunia politik. Anies Baswedan, mantan Gubernur Jakarta, terlihat bersilaturahmi ke rumah Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor. Di sana, ia tak hanya bertemu SBY, tetapi juga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
Pertemuan itu, seperti bisa diduga, langsung memantik berbagai tafsir. Politik memang begitu. Setiap jabat tangan, setiap senyum, sering dibaca lebih dari sekadar kehangatan biasa.
Namun begitu, juru bicara Anies, Sahrin Hamid, berusaha menempatkannya dalam konteks yang lebih sederhana dan manusiawi. Menurutnya, ini murni soal tradisi.
"Kami melihat pertemuan Mas Anies dengan Pak SBY dan Mas AHY di Cikeas dalam momentum halalbihalal Idul Fitri sebagai sesuatu yang baik. Ini adalah tradisi luhur bangsa kita silaturahmi, saling memaafkan pada momentum Lebaran,"
Ucap Sahrin kepada awak media, Rabu lalu. Ia mengakui bahwa dalam dunia politik, setiap pertemuan punya makna dan bisa ditafsirkan macam-macam. Tapi ia berharap publik tak terlalu jauh membacanya.
"Namun, pertemuan di atas harus dimaknai sebagai momentum silaturahmi Lebaran sesama tokoh bangsa,"
tambahnya lagi.
Tak cuma di Cikeas, Anies juga terabadikan dalam momen lain. Kali ini dengan Didit Hediprasetyo, putra Presiden Prabowo Subianto. Mereka berswafoto bersama keluarga dalam suasana yang terlihat cair dan santai.
Soal foto ini, Sahrin punya penjelasan serupa. Baginya, Lebaran adalah waktu yang tepat untuk melebur. Semua perbedaan sejenak ditanggalkan, digantikan ucapan maaf dan permintaan maaf.
"Sama ketika Mas Anies dan keluarga berswafoto dengan Mas Didit putra Pak Presiden Prabowo. Memang momentumnya untuk bersilaturahmi, berlebaran dan saling maaf memaafkan,"
ungkap Sahrin.
Pertemuan Anies dengan SBY dan AHY sendiri terekam dalam unggahan Instagram Merry Riana, seorang kader Demokrat. Sementara momen bersama Didit dibagikan langsung oleh putra Prabowo itu di akun media sosialnya.
Jadi, apakah ini sekadar silaturahmi hari raya? Atau ada sesuatu yang lebih? Tampaknya, untuk saat ini, para pelaku memilih untuk menikmati dulu nuansa perdamaian Idul Fitri. Selebihnya, biar waktu yang menjawab.
Artikel Terkait
Polri Tangkap 321 WNA di Jakarta Barat, Diduga Jaringan Judi Online Internasional
Polisi Bongkar Kantor Pusat Judi Online di Jakarta Barat, 321 WNA Ditangkap
Polisi Gugur Ditembak Begal saat Gagalkan Pencurian Motor di Bandar Lampung
Prodia Science Award 2026 Digelar untuk Dorong Inovasi Kesehatan Berbasis Riset dan Teknologi Prediktif