Tim Safari Ramadan disebutkan akan memulai perjalanan dari Kota Bekasi. Rencananya, mereka akan melanglang buana selama kurang lebih 16 hingga 20 hari, menyusuri wilayah Pulau Jawa dan Madura. Agenda utamanya adalah turun langsung ke masyarakat, bertemu dengan berbagai tokoh, dan bertukar pikiran.
"Ya pastilah menyapa masyarakat, bertemu dengan para tokoh-tokoh masyarakat, bertukar pikiran, membangun optimisme. Bagus juga. Saya pikir niatnya baik ya," ujar Paloh mengenai agenda lapangan tersebut.
Tak hanya soal silaturahmi, isu-isu riil yang dirasakan masyarakat, seperti kenaikan harga pangan, juga akan menjadi perhatian tim dalam setiap pertemuannya. Paloh menegaskan bahwa kemudahan bagi kehidupan rakyat harus tetap menjadi prioritas bersama.
Bantahan Terkait Isu Perpindahan Kader
Menanggapi spekulasi bahwa safari ini adalah bentuk respons terhadap perpindahan sejumlah kader ke partai lain, Surya Paloh dengan tegas membantahnya. Ia lebih memandang kegiatan ini sebagai momentum penyegaran yang wajar dalam dinamika organisasi.
"Ah nggak ada masalah itu. Itu masalahnya kan mungkin aja udah jenuh dia. Orang kan perlu penyegaran," ucapnya dengan santai. Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah setiap individu dan institusi politik harus mampu memberikan kontribusi serta manfaat nyata bagi lingkungannya.
Dengan pelepasan resmi tersebut, Tim Safari Ramadan Partai NasDem pun mulai bergerak, mengemban misi menjalin kedekatan yang lebih personal dengan warga sekaligus mengokohkan barisan di tengah hiruk-pikuk kehidupan politik nasional.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Subsidi BBM Dipertahankan untuk 80 Persen Rakyat Miskin
Banyumas Olah Sampah Jadi Bahan Bakar, Capai 100 Ton RDF per Hari
Australia dan Palembang Perdalam Kerja Sama Sanitasi dan Lingkungan
PT Freeport Indonesia Kenang 9 Korban Jiwa dalam Peringatan HUT ke-59