MURIANETWORK.COM - Pemerintah Indonesia membuka peluang impor etanol, termasuk dari Amerika Serikat, sebagai bagian dari strategi pengembangan energi bersih. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, kebijakan ini berjalan paralel dengan upaya peningkatan produksi dalam negeri dan akan diterapkan secara bertahap untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Impor untuk Dukung Transisi Energi
Dalam jumpa pers virtual yang digelar Sabtu, 21 Februari 2026, Bahlil menjelaskan bahwa impor etanol merupakan opsi yang terbuka selama produksi domestik belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Langkah ini dirancang untuk mendukung program pencampuran bensin dengan etanol (mandatori) yang akan segera diimplementasikan.
“Namun, sampai dengan produksi kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka ruang untuk kita melakukan impor boleh saja,” ujarnya.
Jalan Paralel: Impor dan Penguatan Produksi Lokal
Menteri Bahlil menekankan bahwa kebijakan impor tidak bersifat permanen, melainkan bagian dari strategi transisi. Pemerintah secara simultan akan mendorong peningkatan kapasitas industri bioetanol lokal agar dapat mandiri di masa depan. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan peluang usaha baru di dalam negeri sekaligus menjaga stabilitas pasokan.
“Termasuk di impor dari Amerika, sampai dengan kebutuhan produksi kita dalam negeri terpenuhi, ini paralel saja sebenarnya,” jelas Bahlil.
Artikel Terkait
Pabrik Melamin Rp10,2 Triliun, Terbesar di Indonesia, Dibangun di KEK Gresik
Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan Ternyata Alat Penelitian Laut
Harga Emas Antam di Pegadaian Naik Signifikan, Tembus Rp3 Juta per Gram
Trump Usulkan Tol Bersama di Selat Hormuz dalam Rencana Perundingan dengan Iran