Pemerintah Buka Peluang Impor Etanol untuk Dukung Program Bahan Bakar Bersih

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:15 WIB
Pemerintah Buka Peluang Impor Etanol untuk Dukung Program Bahan Bakar Bersih

Peta Jalan Mandatori Bioetanol

Program pencampuran bioetanol telah memiliki peta jalan yang jelas. Rencananya, implementasi akan dimulai secara bertahap dengan campuran 5% (E5) pada 2028, meningkat menjadi 10% (E10) pada 2030, dan diarahkan menuju E20. Tahapan ini mempertimbangkan kesiapan produksi, distribusi, serta infrastruktur pendukung yang ada.

Kebijakan ini merupakan bagian integral dari upaya memperkuat kedaulatan energi. Untuk mendukung masa transisi, pemerintah membuka kerja sama perdagangan dengan berbagai mitra, termasuk Amerika Serikat, secara proporsional dan terukur.

Dasar Kerja Sama yang Saling Menguntungkan

Secara keseluruhan, implementasi perjanjian perdagangan timbal balik di sektor energi dirancang berjalan bertahap dan selaras dengan kepentingan nasional. Bahlil menegaskan bahwa seluruh komitmen ini bertujuan membangun fondasi ketahanan energi jangka panjang Indonesia, sesuai dengan arahan Presiden.

“Ini sejalan dengan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden Prabowo dalam rangka mewujudkan apa yang telah disepakati untuk kemudian perjanjian ini diharapkan saling menguntungkan kedua belah pihak. Harus win-win. Perjanjian ini tidak boleh menguntungkan salah satu pihak saja, tapi harus semua pihak merasakan keuntungan daripada perjanjian ini,” tegasnya.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar