Banjir Bekasi Rendam 19 Ribu KK dan Seribu Hektar Lahan di Awal Ramadhan

- Jumat, 20 Februari 2026 | 23:50 WIB
Banjir Bekasi Rendam 19 Ribu KK dan Seribu Hektar Lahan di Awal Ramadhan

Selain genangan air, ancaman tanah longsor juga menghantui beberapa wilayah, terutama di daerah selatan. Longsor dilaporkan terjadi di tebing dan lereng permukiman di sejumlah desa, meski hingga saat ini belum ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, dampak ekonomi mulai terlihat dengan terendamnya lahan pertanian seluas lebih dari seribu hektare.

"Total pengungsi mencapai 376 jiwa. Selain permukiman, 1.026 hektare lahan pertanian dilaporkan terdampak banjir, berpotensi mengganggu produksi pangan lokal," tegas Muchlis. Hal ini dikhawatirkan dapat memengaruhi ketahanan pangan masyarakat lokal dalam beberapa waktu ke depan.

Penanganan dan Fokus pada Kelompok Rentan

Di tengah situasi yang masih terus berkembang, fokus utama tim penanggulangan bencana adalah keselamatan warga, khususnya kelompok rentan. Tiga titik pengungsian telah didirikan, termasuk di Kantor Kecamatan Tambun Utara dan dua lokasi di Desa Karangraharja. Upaya tanggap darurat melibatkan gabungan unsur dari BPBD Provinsi, TNI, Polri, hingga relawan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menyatakan bahwa timnya terus melakukan asesmen cepat. "Debit air di beberapa titik masih fluktuatif. Kami menyiagakan personel 24 jam untuk memantau perkembangan, terutama di wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai dan tanggul," ujarnya.

Logistik di Tengah Bulan Puasa

Memasuki bulan Ramadhan, tantangan penanganan bertambah dengan kebutuhan logistik yang spesifik. Pihak BPBD memastikan bahwa distribusi bantuan telah difokuskan pada kebutuhan dasar, termasuk makanan siap saji untuk sahur dan berbuka puasa, air bersih, serta perlengkapan khusus untuk bayi dan lansia.

"Selama Ramadhan, kami pastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi. Dapur umum sudah diaktifkan di titik pengungsian, dan kami berkoordinasi dengan lintas sektor agar suplai logistik tidak terputus," kata Dodi Supriadi. Koordinasi yang ketat dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran di tengah kondisi darurat yang bertepatan dengan bulan penuh berkah ini.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar