Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, menjelaskan bahwa keberhasilan operasi ini merupakan buah dari koordinasi yang solid dan strategi penegakan hukum yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak bersifat sepihak.
“Langkah yang kami lakukan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif. Penindakan terhadap DPO prioritas ini merupakan bagian dari upaya memutus mata rantai kekerasan dan mempersempit ruang gerak jaringan yang masih aktif,” ungkapnya.
Adarma Sinaga memastikan bahwa proses hukum terhadap para tersangka dilaksanakan dengan standar profesionalisme dan transparansi yang tinggi. Saat ini, kedua tersangka menjalani pemeriksaan intensif di Polres Yahukimo.
“Kami pastikan seluruh tahapan penyidikan berjalan sesuai prosedur. Penegakan hukum ini semata-mata untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan menjaga stabilitas wilayah,” tegas dia.
Pemeriksaan tersebut juga bertujuan untuk pengembangan guna mengungkap lebih dalam jaringan yang ada serta kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya. Upaya ini menunjukkan komitmen aparat untuk menangani akar permasalahan, tidak sekadar menangkap pelaku di permukaan.
Artikel Terkait
Manado Kerahkan 1.216 Personel Amankan Perayaan Paskah Nasional 2026
Layanan SIM Keliling Kembali Beroperasi di Jakarta, Cek Jadwal dan Syaratnya
PM Spanyol Kecam Netanyahu, Tuduh Rendahkan Nyawa dan Hukum Internasional
Anggota PAN Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Harga Minyak Dunia Turun