MURIANETWORK.COM - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan bahwa Teheran akan segera menyerahkan rancangan awal kesepakatan nuklir kepada Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks tekanan diplomatik yang meningkat, menyusul peringatan keras dari Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan mengambil tindakan militer jika perundingan tidak segera membuahkan hasil. Rancangan tersebut diklaim akan siap dalam waktu dua hingga tiga hari.
Rancangan Kesepakatan Segera Diserahkan
Dalam sebuah wawancara daring yang dipublikasikan pada Jumat (20/2/2026), Araghchi mengungkapkan bahwa proses penyusunan teks perjanjian telah memasuki tahap akhir. Ia menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah mempresentasikan draf tersebut kepada pihak Amerika Serikat.
"Langkah selanjutnya bagi saya adalah mempresentasikan rancangan kesepakatan yang mungkin kepada rekan-rekan saya di AS. Saya percaya bahwa dalam dua atau tiga hari ke depan, itu akan siap, dan setelah konfirmasi akhir oleh atasan saya, itu akan diserahkan kepada Steve Witkoff," jelasnya.
Bantahan Atas Ultimatum Trump
Pengumuman diplomat Iran ini muncul tak lama setelah Presiden Trump memberikan pernyataan yang dianggap banyak pengamat sebagai ultimatum. Di dalam pesawat Air Force One, Kamis (19/2), Trump menyatakan bahwa waktu 10 hingga 15 hari adalah batas maksimal bagi Iran untuk mencapai kesepakatan, sebelum AS mempertimbangkan opsi militer.
Artikel Terkait
Serangan Israel di Beirut Tewaskan Ratusan, Guncang Lebanon
Atletico Hancurkan Barcelona 2-0 di Camp Nou, Tuan Rumah Terancam Tersingkir
PSG Kalahkan Liverpool 2-0, Kokohkan Posisi Jelang Leg Kedua
Harga Emas Perhiasan Tembus Rp2,4 Juta per Gram pada 9 April 2026