“Sinergi antara ulama dan umara, khususnya bersama kepolisian, menjadi fondasi penting dalam menjaga Sumatera Selatan tetap aman dan damai,” lanjutnya.
Komitmen Kolaborasi dari LDII
Sementara itu, Ketua DPW LDII Sumsel, Rahmatullah, menyatakan kesiapan organisasinya untuk turut serta dalam upaya kolektif ini. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pengabdian masyarakat yang telah dijalankan.
“LDII berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui delapan klaster pengabdian, termasuk dakwah, pendidikan, wawasan kebangsaan, pembinaan generasi muda, serta literasi media sosial,” ujarnya.
“Kami siap berkolaborasi dengan kepolisian dalam menjaga ketertiban masyarakat serta membangun narasi dakwah yang kondusif dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat,” tambah Rahmatullah.
Respon dan Komitmen Kapolda
Menyimak berbagai masukan dan aspirasi tersebut, Irjen Sandi Nugroho menegaskan komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan yang humanis dan netral. Baginya, kolaborasi bukan sekadar wacana, melainkan sebuah keharusan operasional.
“Kolaborasi dan komunikasi yang baik antara kepolisian dan tokoh agama menjadi kunci utama dalam menjaga kamtibmas. Mapolda Sumsel terbuka sebagai ruang bersama untuk merawat persatuan dan menjaga Sumatera Selatan tetap aman dan damai,” tegas Irjen Sandi menutup pertemuan.
Dialog ini menunjukkan bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum secara kaku, tetapi juga pada kekuatan komunikasi dan kerja sama yang erat dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemimpin agama.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Sebagian Jakarta pada 7 April 2026
Polisi Semarang Buru Dua Pelaku Bacok Wanita yang Tolong Korban Jambret
PM Spanyol Serukan Penghentian Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
Ledakan Diduga dari Pabrik di Sidoarjo Rusak Sejumlah Rumah Warga