Sementara itu, dua kolam lainnya akan dibangun di wilayah Kota Bekasi. Satu terletak di Kecamatan Bantar Gebang dengan kapasitas 1 juta meter kubik, dan satu lagi di daerah Kemang Pratama, Kecamatan Rawa Lumbu.
"Serta di Kemang Pratama, Kecamatan Rawa Lumbu, juga di Kota Bekasi, sebanyak 2 juta meter kubik," sebut Puarman melengkapi penjelasannya.
Desakan untuk Percepatan Pembangunan
Melihat urgensi penanganan banjir di daerah aliran sungai yang padat penduduk ini, Puarman menekankan pentingnya percepatan realisasi proyek. Pembangunan kolam retensi dinilai sebagai langkah strategis yang dapat secara signifikan meredam genangan air yang merendam permukiman warga.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, ia juga merekomendasikan urutan prioritas pembangunan. "Kolam Retensi Bantar Gebang dan Long Storage Kemang Pratama di Kota Bekasi hendaknya juga segera dibangun setelahnya. Belajar dari keberhasilan upaya pengendalian banjir 11 Februari 2026 akibat kenaikan TMA (Tinggi Muka Air) sungai Cileungsi," pungkasnya.
Rencana ini, jika diwujudkan, diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang dan mengurangi kecemasan masyarakat yang hampir setiap musim hujan menghadapi ancaman banjir.
Artikel Terkait
IHSG Tertekan Sentimen Global dan Daftar HSC, Analis Proyeksi Koreksi Lanjutan
Driver Taksi Online Ditahan Usai Viral Lakukan Pelecehan dan Kekerasan terhadap Penumpang
MA Tetapkan BPK Sebagai Satu-Satunya Lembaga Penghitung Kerugian Negara
WHO Tetapkan Bersama untuk Kesehatan, Berdiri dengan Sains sebagai Tema Hari Kesehatan Sedunia 2026