WHO Tetapkan Bersama untuk Kesehatan, Berdiri dengan Sains sebagai Tema Hari Kesehatan Sedunia 2026

- Selasa, 07 April 2026 | 07:10 WIB
WHO Tetapkan Bersama untuk Kesehatan, Berdiri dengan Sains sebagai Tema Hari Kesehatan Sedunia 2026

Tanggal 7 April nanti, dunia akan kembali memperingati Hari Kesehatan Sedunia. Bukan sekadar tanggal biasa, hari itu menandai berdirinya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) way back in 1948. Nah, untuk tahun 2026 ini, ada nuansa yang agak berbeda. Tema yang diusung adalah "Together for health. Stand with science". Intinya, kolaborasi dan ilmu pengetahuan jadi kunci utama.

Kalau dirunut, perayaan tahun ini sebenarnya meluncurkan kampanye panjang selama setahun penuh. Fokusnya? Merayakan betapa kuatnya kerja sama ilmiah dalam melindungi kesehatan kita semua mulai dari manusia, hewan, tumbuhan, sampai ke kesehatan planet ini secara keseluruhan. Mereka ingin menyoroti pencapaian sains sekaligus menekankan bahwa kerja sama global mutlak diperlukan. Tujuannya satu: mengubah bukti ilmiah jadi aksi nyata.

Nah, kampanye 2026 ini punya dua momen besar sebagai pemicu. Pertama, ada KTT Kesehatan Terpadu Internasional yang bakal digelar tepat pada 7 April. Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Prancis, yang kebetulan memegang Kepresidenan G7. Kedua, ada Forum Global perdana yang dihelat oleh Pusat Kolaborasi WHO. Forum itu rencananya berlangsung dari 7 sampai 9 April, menghimpun hampir 800 lembaga ilmiah dari lebih dari 80 negara. Cukup masif, kan?

Lalu, apa seruannya? WHO menyerukan kepada pemerintah, ilmuwan, tenaga kesehatan, mitra, dan masyarakat umum untuk bergerak. Inti seruannya kurang lebih: berpegang teguh pada sains, membangun kembali kepercayaan pada ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat, serta mendukung solusi berbasis ilmiah untuk masa depan yang lebih sehat.

Pesan yang Ingin Disampaikan

Pertama, sains itu untuk semua. Di mana pun, siapa pun harus bisa merasakan manfaatnya. WHO dan jejaring mitranya terus bekerja menghasilkan pengetahuan ilmiah untuk isu-isu kesehatan prioritas. Mulai dari pola makan, sanitasi, vaksin, sampai kesehatan mental. Mereka berbagi bukti dan memperkuat kapasitas penelitian di berbagai negara, agar akses ke layanan kesehatan jadi lebih merata.

Mereka juga mengajak kita semua untuk terlibat. Kontribusi pengalaman dari sudut pandang komunitas masing-masing dianggap penting. Tujuannya jelas: memastikan kebijakan kesehatan masyarakat ke depan benar-benar berbasis sains dan bisa menjangkau lebih banyak orang.

Kedua, sains mendorong pendekatan One Health. Dalam seratus tahun terakhir, kondisi kesehatan kita memang sudah jauh lebih baik dan itu berkat inovasi ilmiah. Ke depannya, semuanya akan ditentukan oleh cara kita mengembangkan pendekatan berbasis sains yang tak cuma untuk manusia, tapi juga untuk hewan, tumbuhan, dan ekosistem. Pendekatan holistik ini yang disebut One Health.

Kebetulan, pada Hari Kesehatan Sedunia 2026 nanti, Kepresidenan G7 Prancis akan menjadi tuan rumah KTT Internasional One Health. Pertemuan puncak ini diharapkan bisa mempertemukan kepala negara, pemimpin global, ilmuwan, dan perwakilan masyarakat. Harapannya, dari sini akan muncul jalan baru bagaimana sains dan komitmen politik bisa bersinergi menjaga kesehatan planet.

Terakhir, berdiri bersama sains. Kemajuan kesehatan masyarakat itu dibangun dari solidaritas dan kolaborasi global. Nah, kemampuan WHO dalam menghubungkan sains dengan praktik di lapangan didukung oleh jaringan luasnya: sekitar 800 pusat kolaborasi. Lembaga-lembaga nasional ini punya spesialisasi beragam, mulai dari radiasi, influenza, keperawatan, bioetika, sampai kesehatan kerja.

Pesan penutupnya sederhana. WHO mengajak kita semua untuk bersuara mendukung sains. Berbagi cerita tentang bagaimana fakta, bukti, dan intervensi berbasis ilmiah telah meningkatkan kesehatan diri dan orang-orang terdekat. Karena pada akhirnya, kesehatan yang baik adalah fondasi untuk segalanya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar