Merespons viralnya kejadian tersebut, Kepala SPPG Lanud Supadio, SPO 2 Fani Noviyanti, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Dalam keterangannya yang didampingi oleh pengawas keuangan dan gizi, Fani mengakui kesalahan dan menyatakan penyesalan.
"Pertama-tama, saya menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan distribusi yang terjadi dan ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pihak sekolah dan wali murid," tuturnya dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Jumat (20/2/2026).
Fani dengan tegas menegaskan bahwa tanggung jawab penuh atas operasional produksi dan distribusi MBG berada di pundak unit yang dipimpinnya. Ia pun menyatakan komitmen untuk melakukan evaluasi mendalam guna mencegah terulangnya masalah serupa di masa mendatang.
"Saat ini kami telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pemilihan bahan, pengolahan, hingga sistem distribusi guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali," jelasnya.
Langkah permintaan maaf dan janji evaluasi ini menjadi upaya korektif untuk memulihkan kepercayaan serta memastikan program bantuan gizi yang krusial ini dapat tepat sasaran dan tepat waktu, sebagaimana yang diharapkan semua pihak.
Artikel Terkait
Polisi Semarang Buru Dua Pelaku Bacok Wanita yang Tolong Korban Jambret
PM Spanyol Serukan Penghentian Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
Ledakan Diduga dari Pabrik di Sidoarjo Rusak Sejumlah Rumah Warga
PM Qatar Kecam Penargetan Infrastruktur Sipil di Tengah Eskalasi dengan Iran