BAZNAS dan Kemenag Tegaskan: Batas Akhir Sahur adalah Waktu Subuh, Bukan Imsak

- Jumat, 20 Februari 2026 | 03:20 WIB
BAZNAS dan Kemenag Tegaskan: Batas Akhir Sahur adalah Waktu Subuh, Bukan Imsak

MURIANETWORK.COM - Menjelang Ramadan 1447 H, banyak umat Muslim mempersiapkan diri dengan berbagai amalan, termasuk sahur. Pertanyaan seputar batas akhir waktu sahur kerap muncul: apakah berhenti saat imsak atau masih boleh hingga azan Subuh? Artikel ini mengulas ketentuan waktu sahur berdasarkan penjelasan lembaga resmi, perbedaan antara imsak dan Subuh, serta menyertakan jadwal imsakiyah untuk wilayah DKI Jakarta pada Ramadan 2026 mendatang.

Memahami Batas Akhir Waktu Sahur yang Sesuai Syariat

Kekeliruan yang umum terjadi adalah menganggap waktu imsak sebagai batas mutlak untuk berhenti makan dan minum. Padahal, menurut penjelasan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), batas akhir sahur secara syariat adalah saat terbit fajar shadiq, yang menjadi penanda masuknya waktu Subuh. Artinya, selama azan Subuh belum berkumandang, seseorang masih diperbolehkan untuk menyelesaikan santap sahurnya. Ketentuan ini berlandaskan pada prinsip dasar puasa itu sendiri, yang dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Penegasan dari BAZNAS menyatakan, "waktu sahur yang dianjurkan adalah menjelang waktu subuh atau mendekati terbitnya fajar."

Dengan demikian, imsak sejatinya bukanlah garis akhir yang mengharamkan, melainkan periode persiapan. Pemahaman ini penting agar ibadah puasa dijalankan dengan tenang, tanpa rasa terburu-buru atau kekhawatiran yang tidak perlu.

Anjuran Mengakhirkan Sahur dan Manfaatnya

Selain kejelasan batas waktu, terdapat juga anjuran mengenai kapan waktu terbaik untuk melaksanakan sahur. BAZNAS menganjurkan untuk mengakhirkan sahur, yaitu dilakukan pada sepertiga akhir malam atau mendekati waktu Subuh. Anjuran ini sejalan dengan sunah Rasulullah SAW yang mencontohkan hal serupa.

Dari sudut pandang kesehatan, mengakhirkan sahur memberikan manfaat praktis. Jarak yang lebih dekat antara waktu makan dengan dimulainya puasa membantu tubuh menjaga cadangan energi lebih optimal. Hal ini dapat mengurangi rasa lapar dan lemas di siang hari, sehingga umat Muslim lebih kuat dalam menjalani aktivitas sekaligus menjaga kekhusyukan ibadah.

Lalu, Apa Sebenarnya Fungsi Waktu Imsak?

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar