MURIANETWORK.COM - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan dan keterjangkauan dua komoditas protein hewani utama, daging ayam dan telur, selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Upaya ini diwujudkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) daging ayam beku dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap data statistik yang menunjukkan kecenderungan kenaikan harga di sejumlah daerah.
Gerakan Pangan Murah Daging Ayam Beku
Untuk menjaga daya beli masyarakat, Bapanas bersama pelaku usaha swasta meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) daging ayam beku. Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif konkret untuk menahan laju harga. Dua perusahaan besar, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) dan PT Japfa Comfeed Indonesia (Japfa), terlibat langsung dalam distribusinya.
CPI menyediakan daging ayam beku ini di sekitar 1.200 outlet penjualannya di seluruh Indonesia, sementara Japfa mendistribusikannya melalui 500 outlet. Masyarakat dapat membeli komoditas ini dengan harga terjangkau sebesar Rp40.000 per kilogram, mulai 18 Februari hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Untuk daging ayam di beberapa tempat, kami pantau di wilayah Jakarta dan Tangerang, relatif masih bagus. Harga Rp40.000, paling tinggi. Nah ini ada inisiatif positif kami bersama PT CPI dan Japfa menggelar GPM daging ayam ras," ujar Maino.
Pantauan Harga di Tingkat Konsumen
Data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga minggu kedua Februari 2026 menunjukkan, rata-rata harga daging ayam ras nasional berada di angka Rp40.471 per kg, sedikit melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen yang maksimal Rp40.000 per kg. Kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tercatat di 155 kabupaten/kota.
Namun, dari jumlah tersebut, hanya 53 daerah yang rata-rata harganya benar-benar melampaui HAP. Sebanyak 102 daerah lainnya meski mengalami kenaikan IPH, harga rata-ratanya masih berada di bawah atau sesuai batas acuan pemerintah. Kondisi ini menunjukkan situasi yang beragam dan tidak merata di seluruh wilayah.
Kondisi Harga Telur Ayam Ras
Sementara untuk telur ayam ras, pantauan Bapanas menunjukkan kondisi yang lebih stabil. Maino menyatakan optimisme bahwa harga telur dapat terkendali selama Ramadan. Terdapat variasi harga di pasaran, dengan kecenderungan penurunan di beberapa lokasi.
Artikel Terkait
Pelaku Pemalakan di Purwakarta Tewaskan Pemilik Hajatan, Ditangkap Usai Buron ke Subang
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan