Di sisi lain, informasi dari sejumlah sumber dalam jaringan berita itu menyebut, Gedung Putih sudah dapat pengarahan bahwa militer benar-benar bisa siap bertindak dalam hitungan hari. Ini seiring dengan pengerahan masif aset udara dan laut AS di Timur Tengah belakangan ini. Semua bergerak cepat.
Namun begitu, situasinya tak hitam putih. Satu sumber memperingatkan, Trump sendiri kerap berdebat dalam dirinya. Kadang ia mendukung tindakan militer, kadang menentang. Ia pun aktif meminta pendapat penasihat dan sekutu tentang langkah terbaik. Keputusannya bisa berubah setiap saat.
Pertemuan penting digelar di Situation Room Gedung Putih, Rabu (18/2) waktu setempat. Topiknya jelas: Iran. Sebelumnya, Trump juga dapat pengarahan dari utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner. Mereka baru saja kembali dari pembicaraan tidak langsung dengan Iran di Swiss, Selasa (17/2).
Jadi, akankah Trump memutuskan sesuatu akhir pekan ini? Itu masih jadi tanda tanya besar. Yang jelas, panggung perang sudah disiapkan. Tinggal menunggu sutradara memberi aba-aba.
Artikel Terkait
Askrindo Genap 55 Tahun, Pacu Transformasi Digital untuk Dukung UMKM
Trump Ultimatum Iran: Seluruh Negara Bisa Hancur dalam Semalam
Kemensos Gelar Doa Bersama dan Sosialisasi untuk Transformasi Budaya Kerja
Remaja 15 Tahun Tewas Ditikam Tetangga Usai Ribut Main Game di Makassar