Jakarta – Askrindo genap berusia 55 tahun. Perayaan HUT yang digelar di Graha Askrindo kemarin, bukan sekadar seremoni biasa. Tema "Grow Within, Perform Beyond" yang diusung, ingin menunjukkan tekad perusahaan untuk terus bertransformasi dari dalam, sekaligus melampaui capaian-capaian sebelumnya. Intinya, mereka ingin kontribusinya bagi perekonomian nasional makin kuat.
Menurut Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, momen ini adalah saat yang tepat untuk refleksi. "Ini momentum untuk melihat kembali peran kami dalam ekosistem pembiayaan nasional," ujarnya.
"Peringatan HUT ini bukan cuma acara seremonial. Ini adalah refleksi atas peran kami mendorong inklusi keuangan. Komitmen Askrindo adalah memperluas akses pembiayaan, terutama untuk pelaku UMKM yang jadi tulang punggung ekonomi kita," tambah Fankar.
Usia 55 tahun bukan waktu yang singkat. Sejak berdiri pada 6 April 1971, kinerja perusahaan terbilang solid. Data yang dirilis menunjukkan, dari 2007 hingga 2025 ini, Askrindo telah menjamin Kredit Usaha Rakyat senilai Rp1.125,9 triliun. Angkanya cukup fantastis. Kredit itu disalurkan ke 36,3 juta debitur UMKM dan menyerap tenaga kerja hingga 62,7 juta orang.
Kinerja tahun ini pun tak kalah. Sepanjang 2025, Askrindo menjamin KUR senilai Rp114 triliun untuk 2 juta debitur UMKM. Dampaknya, tercipta lapangan kerja bagi 3,7 juta orang. Fankar menanggapi capaian ini dengan optimis. Ia menyebut fundamental bisnis perusahaan semakin kokoh.
Memang, angka-angka keuangannya mendukung. Di tahun 2025, Hasil Underwriting Netto tercatat Rp1,28 triliun (masih unaudited). Sementara premi bruto mencapai Rp4,44 triliun. "Strategi penguatan portofolio dan manajemen risiko kami berjalan efektif," kata Fankar. "Kedepan, kami akan jaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, fokus pada pembiayaan produktif untuk UMKM."
Nah, dalam acara puncak HUT itu, Askrindo juga meluncurkan dua sistem digital baru: Sentralisasi FINTRACS dan ASK-SCORING. Ini bagian dari transformasi digital mereka. Fankar berharap sistem ini bisa meningkatkan efektivitas proses bisnis dan memperkuat manajemen risiko dengan keputusan berbasis data.
FINTRACS atau Financial Transaction System, jelasnya, adalah sistem terintegrasi untuk memusatkan proses transaksi keuangan.
Leonardo Henry Gavaza, Direktur Keuangan Askrindo, menerangkan lebih detail. "Dengan FINTRACS, semua proses penerimaan dan pengeluaran kas kini ada dalam satu platform. Pencatatan jurnal otomatis, settlement lebih sistematis. Kami juga bisa monitor transaksi secara real-time, jadi transparansi dan kontrol jadi lebih baik," jelas Leonardo.
Dampaknya? Efisiensi operasional meningkat. Beban kerja manual berkurang. Kecepatan dan akurasi pencatatan keuangan pun ikut naik, yang pada akhirnya memperkuat tata kelola perusahaan.
Selain FINTRACS, ada ASK-SCORING atau Askrindo Underwriting Scoring System. Sistem ini dirancang untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas proses underwriting.
Artikel Terkait
Bea Cukai dan Pajak Segel Empat Kapal Asing di Pantai Mutiara Diduga Selewengkan Fasilitas
Banyuwangi Catat Inflasi Terendah di Maret 2026 Meski Ada Tekanan Ramadan
WFH Aparatur Pemerintah: Disiplin dan Digitalisasi Kunci Jaga Kualitas Pelayanan Publik
Imigrasi Amankan Tiga Warga Australia Masuk Ilegal ke Merauke via Pesawat Pribadi