Askrindo Genap 55 Tahun, Pacu Transformasi Digital untuk Dukung UMKM

- Selasa, 07 April 2026 | 09:45 WIB
Askrindo Genap 55 Tahun, Pacu Transformasi Digital untuk Dukung UMKM

Jakarta – Askrindo genap berusia 55 tahun. Perayaan HUT yang digelar di Graha Askrindo kemarin, bukan sekadar seremoni biasa. Tema "Grow Within, Perform Beyond" yang diusung, ingin menunjukkan tekad perusahaan untuk terus bertransformasi dari dalam, sekaligus melampaui capaian-capaian sebelumnya. Intinya, mereka ingin kontribusinya bagi perekonomian nasional makin kuat.

Menurut Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, momen ini adalah saat yang tepat untuk refleksi. "Ini momentum untuk melihat kembali peran kami dalam ekosistem pembiayaan nasional," ujarnya.

"Peringatan HUT ini bukan cuma acara seremonial. Ini adalah refleksi atas peran kami mendorong inklusi keuangan. Komitmen Askrindo adalah memperluas akses pembiayaan, terutama untuk pelaku UMKM yang jadi tulang punggung ekonomi kita," tambah Fankar.

Usia 55 tahun bukan waktu yang singkat. Sejak berdiri pada 6 April 1971, kinerja perusahaan terbilang solid. Data yang dirilis menunjukkan, dari 2007 hingga 2025 ini, Askrindo telah menjamin Kredit Usaha Rakyat senilai Rp1.125,9 triliun. Angkanya cukup fantastis. Kredit itu disalurkan ke 36,3 juta debitur UMKM dan menyerap tenaga kerja hingga 62,7 juta orang.

Kinerja tahun ini pun tak kalah. Sepanjang 2025, Askrindo menjamin KUR senilai Rp114 triliun untuk 2 juta debitur UMKM. Dampaknya, tercipta lapangan kerja bagi 3,7 juta orang. Fankar menanggapi capaian ini dengan optimis. Ia menyebut fundamental bisnis perusahaan semakin kokoh.

Memang, angka-angka keuangannya mendukung. Di tahun 2025, Hasil Underwriting Netto tercatat Rp1,28 triliun (masih unaudited). Sementara premi bruto mencapai Rp4,44 triliun. "Strategi penguatan portofolio dan manajemen risiko kami berjalan efektif," kata Fankar. "Kedepan, kami akan jaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, fokus pada pembiayaan produktif untuk UMKM."

Nah, dalam acara puncak HUT itu, Askrindo juga meluncurkan dua sistem digital baru: Sentralisasi FINTRACS dan ASK-SCORING. Ini bagian dari transformasi digital mereka. Fankar berharap sistem ini bisa meningkatkan efektivitas proses bisnis dan memperkuat manajemen risiko dengan keputusan berbasis data.

FINTRACS atau Financial Transaction System, jelasnya, adalah sistem terintegrasi untuk memusatkan proses transaksi keuangan.

Leonardo Henry Gavaza, Direktur Keuangan Askrindo, menerangkan lebih detail. "Dengan FINTRACS, semua proses penerimaan dan pengeluaran kas kini ada dalam satu platform. Pencatatan jurnal otomatis, settlement lebih sistematis. Kami juga bisa monitor transaksi secara real-time, jadi transparansi dan kontrol jadi lebih baik," jelas Leonardo.

Dampaknya? Efisiensi operasional meningkat. Beban kerja manual berkurang. Kecepatan dan akurasi pencatatan keuangan pun ikut naik, yang pada akhirnya memperkuat tata kelola perusahaan.

Selain FINTRACS, ada ASK-SCORING atau Askrindo Underwriting Scoring System. Sistem ini dirancang untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas proses underwriting.

"ASK-SCORING memakai rule-based scoring system. Analisis risiko jadi lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi. Sistem ini terintegrasi dengan core system kami, sehingga menghilangkan proses yang berulang-ulang dan meningkatkan efisiensi," ungkap Leonardo.

Dengan dua aplikasi pendukung ini, Askrindo berharap bisa memperkuat portofolio pertanggungan dan mempercepat penyaluran dana ke sektor-sektor produktif.

Tak Lupa dengan Tanggung Jawab Sosial

Di usia yang ke-55 ini, Askrindo juga menunjukkan komitmen sosialnya. Sebagai wujud syukur, manajemen memberikan bantuan pendidikan kepada 158 anak pegawai alih daya non-admin, plus 15 pegawai alih daya non-admin itu sendiri. Inisiatif ini bertujuan mendukung peningkatan kualitas SDM lewat pendidikan.

Fankar menegaskan, langkah ini mencerminkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada angka bisnis. "Kami ingin menciptakan nilai sosial yang berkelanjutan untuk semua pemangku kepentingan," katanya.

"Dengan semangat kebersamaan, dedikasi, dan inovasi, kami yakin Askrindo akan melangkah lebih kuat. Bersama seluruh insan perusahaan, tujuan kami adalah membangun masa depan yang lebih baik, tidak hanya untuk perusahaan, tapi juga untuk pelanggan dan masyarakat luas," ujar Fankar menutup pernyataannya.

Mempertegas Peran di Ekosistem Nasional

Pada akhirnya, semua penguatan internal dan program sosial itu bermuara pada satu hal: mempertegas peran Askrindo dalam ekosistem pembiayaan nasional. Transformasi digital dan manajemen risiko yang solid diharapkan bisa memperluas akses pembiayaan, khususnya untuk UMKM.

Momentum HUT ke-55 ini menjadi penegasan komitmen. Askrindo ingin terus tumbuh berkelanjutan, meningkatkan kinerja, dan menjadi mitra strategis untuk mendorong pembiayaan produktif.

"Ke depan, setiap langkah transformasi harus berdampak nyata bagi perekonomian. Askrindo akan tetap jadi enabler pembiayaan produktif, terutama bagi UMKM, agar mereka bisa tumbuh lebih cepat, sehat, dan punya daya saing," tutup Fankar.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar