Warga Kampung Bugis Bali Hibahkan Lahan Miliaran untuk Asrama Haji

- Jumat, 19 Desember 2025 | 10:50 WIB
Warga Kampung Bugis Bali Hibahkan Lahan Miliaran untuk Asrama Haji
Hibah Tanah untuk Asrama Haji di Bali

Denpasar – Ada pemandangan yang cukup langka di Banjar Batankendal Suwung, Denpasar Selatan, Kamis lalu. Anggota Banser dan Kokam tampak berdiri berdampingan, mengamankan sebuah acara serah terima yang singkat namun penuh makna. Intinya, warga muslim Kampung Bugis Bali baru saja menghibahkan sebidang tanah milik mereka. Tanah itu diberikan kepada Kementerian Haji dan Umrah, dengan satu harapan: agar segera dibangun Asrama Haji untuk jemaah di Pulau Dewata.

Secara simbolis, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menerima langsung hibah tersebut. Tanah seluas 1.920 meter persegi itu diserahkan oleh Kepala Dusun setempat, H. Umar Fatah, di hadapan sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan Kemenhaj Bali.

Umar Fatah, dalam kesempatan itu, menyampaikan harapannya. Ia ingin cita-cita memiliki asrama haji sendiri di Bali bisa segera diwujudkan oleh pemerintah pusat. “Ini adalah amanah dari leluhur kami,” begitu kira-kira semangat yang disampaikan.

Menariknya, kebersamaan dalam acara itu justru menjadi pesan tersendiri. Menurut H. Azizzudin, Kepala KUA Denpasar Selatan, kehadiran berbagai elemen umat Islam yang kompak itu adalah bukti nyata dukungan terhadap pembangunan asrama haji.

“Insyaallah ini awal yang baik untuk mendukung mewujudkan cita-cita setiap umat Islam menunaikan ibadah haji,” ujar Azizzudin.

Di sisi lain, apresiasi tinggi datang dari Kanwil Kemenhaj Provinsi Bali. Kepala Kantor Wilayah, H. Mahmudi, tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih atas “jariyah” atau sedekah jariyah yang diberikan warga. Baginya, lokasi tanah hibah itu sendiri sangat strategis.

Mahmudi bahkan membocorkan perkiraan nilai komersial lahan tersebut. Setelah berkonsultasi dengan Kanwil DJKN, nilai aset di lokasi itu bisa mencapai Rp1 hingga 2 miliar per 100 meter persegi. “Artinya, lahan ini nilainya bisa menembus angka lebih dari Rp30 miliar,” jelasnya.

Dengan nilai fantastis seperti itu, Mahmudi menilai generasi muda Kampung Bugis sebenarnya punya peluang besar untuk mengambil keuntungan finansial. Namun, pilihan mereka berbeda.

“Subhanallah, saya sampai merinding,” tutur Mahmudi, terharu. “Demi menjalankan amanah leluhur, mereka tetap menghibahkan tanah ini. Kami punya kewajiban moral untuk segera merealisasikan asrama haji ini. Mohon doanya.”

Jadi, di tengah gempuran nilai properti yang melambung tinggi, ada secarik kisah tentang memegang teguh amanah dan berbagi untuk kemaslahatan yang lebih luas. Sebuah langkah awal yang sederhana, tapi berat maknanya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar