Remaja Tewas Ditikam Tetangga Usai Ribut Main Game di Makassar
Suasana gang di Jalan Baji Pamai, Mamajang, Makassar, mendadak berubah mencekam Senin sore lalu. Sebuah pertikaian yang berawal dari keributan bermain game online berakhir tragis. Seorang remaja 15 tahun, berinisial AS, tewas dengan luka tikaman di tubuhnya.
Menurut keterangan polisi, kejadian ini berlangsung sekitar pukul empat sore. Warga yang panik segera melaporkan insiden itu, dan petugas pun bergegas ke lokasi. Sayangnya, upaya penyelamatan sudah terlambat.
“Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong,”
kata Kapolsek Mamajang, Kompol Mustari Alam, Selasa (7/4).
Dari penyelidikan sementara, pemicunya sepele tapi berakibat fatal. AS dan beberapa temannya sedang asyik main game di gang itu. Suara mereka yang ribut rupanya mengusik tetangga sekitar.
Indo, Ketua RW setempat, membenarkan kronologi awal. Awalnya, saudara pelaku yang menegur para remaja agar tidak berisik. AS dan teman-temannya sempat pergi, tapi tak lama kemudian kembali. Nah, di sinilah situasi mulai memanas.
"Awalnya ini menegur,"
ujar Indo. Dia menambahkan bahwa remaja-remaja itu memang kerap nongkrong di spot tersebut.
Pelaku, seorang tetangga berinisial IR (43), kemudian keluar rumah. Bukannya meredakan, malah ikut terlibat adu mulut yang semakin sengit. Emosi yang tak terkendali diduga menjadi penyebabnya. IR tiba-tiba menghunus senjata tajam dan menikam korban.
“Setelah melakukan penikaman, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi,”
tandas Kompol Mustari.
Korban yang bersimbah darah secepatnya dibawa ke RS Bhayangkara. Tapi luka tusuk di bagian perutnya terlalu parah. Nyawa AS tak tertolong.
Polisi kini memburu IR yang masih buron. Rumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian dijaga ketat. Pihak kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman-teman korban dan satu anggota keluarga pelaku. Mereka berharap masyarakat segera melapor jika melihat IR.
Sedih dan ironis. Sebuah perselisihan kecil di dunia nyata, yang berawal dari kecerian di dunia maya, harus berakhir dengan kematian seorang remaja.
Artikel Terkait
Nenek 80 Tahun Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran di Kemayoran, Selamatkan Diri dengan Tongkat
Nenek 80 Tahun Kehilangan Tempat Tinggal Usai Rumah di Kemayoran Ludes Terbakar
DPR Kritik Wacana Makan Bergizi Gratis untuk Anak Sekolah di Jeddah, Minta Pemerintah Prioritaskan Program di Dalam Negeri
Rupiah Melemah, Mahasiswa Indonesia di Australia Terpaksa Rem Gaya Hidup dan Berhemat