Ia menyebut, strategi yang diusung adalah ‘Good Neighbor Policy’ atau kebijakan bertetangga baik, tapi dalam skala global. Intinya, fokus pada peran mediator untuk perdamaian.
Langkah Presiden di Washington ini bukan datang tiba-tiba. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono telah melakukan koordinasi intensif. Sugiono bahkan telah bertemu dengan Wakil Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, di New York. Agenda pertemuan itu jelas: mempertegas dukungan Indonesia terhadap kedaulatan Palestina.
Kini, Indonesia tergabung dalam koalisi “Kelompok 8” bersama negara-negara strategis seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, dan Qatar. Tugas kelompok ini berat: memastikan setiap langkah perdamaian sejalan dengan mandat Piagam PBB.
Menteri Sugiono menegaskan, keterlibatan Indonesia bertujuan agar keputusan internasional tetap pada jalur multilateral yang adil. Salah satu fondasi yang terus didorong adalah two-state solution, yang dianggap sebagai jalan terbaik untuk perdamaian jangka panjang di wilayah itu.
Semua langkah ini menunjukkan satu hal: upaya Indonesia di forum internasional untuk isu Palestina tetap konsisten dan tak kenal lelah.
Artikel Terkait
Di Gregorio Jadi Pahlawan, Juventus Kalahkan Genoa dan Dekati Zona Liga Champions
Menteri Keuangan Bantah Isu APBN Cuma untuk Dua Pekan, Sebut Sumber dari Internal
Ultimatum Trump ke Iran Diperpanjang Lagi, Tenggat Baru 7 April
Spageti Program Makan Bergizi Diduga Sebabkan Keracunan 72 Siswa di Jakarta Timur