Warga Gelar Tahlilan di Depan Kediaman Jokowi, Ajudan Konfirmasi sebagai Bentuk Dukungan

- Kamis, 19 Februari 2026 | 04:45 WIB
Warga Gelar Tahlilan di Depan Kediaman Jokowi, Ajudan Konfirmasi sebagai Bentuk Dukungan

MURIANETWORK.COM - Sebuah video yang menunjukkan puluhan warga menggelar acara tahlilan dan doa bersama di depan kediaman pribadi Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di Solo, Jawa Tengah, ramai diperbincangkan di berbagai platform. Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, membenarkan kejadian tersebut terjadi pada pertengahan Januari lalu, seraya menjelaskan konteks kedatangan warga dan agenda Presiden yang berhalangan hadir.

Detik-Detik Doa dan Dukungan untuk Jokowi

Rekaman yang beredar itu menggambarkan suasana khidmat. Sejumlah warga, yang didominasi kalangan santri, duduk bersila memadati jalanan di depan rumah dinas tersebut. Suara lantunan bacaan tauhid dan doa-doa untuk keselamatan serta keberkahan hidup Jokowi terdengar mengisi udara. Kehadiran mereka bukanlah protes, melainkan bentuk dukungan dan penghormatan.

Dalam video, seorang perempuan dengan penuh harap menyampaikan doanya. "Semoga dia panjang umur, diberkahi kehidupannya dan kita semua warga Banyumas mendukung dengan sepenuhnya. Mudah-mudahan beliau kuat menghadapi fitnah, segalanya. Amin ya rabbal alamin," ujarnya.

Konfirmasi Resmi dari Ajudan

AKBP Syarif Fitriansyah secara terbuka mengonfirmasi peristiwa ini. Menurut penjelasannya, acara tersebut berlangsung pada 18 Januari 2026. Kedatangan warga, yang merupakan keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatul Khalil dari Banyumas, telah diketahui sebelumnya meski jadwal Presiden Jokowi tidak memungkinkan untuk menerima mereka secara langsung.

"Ya betul (tahlilan). Pada saat tanggal 18 Januari 2026 itu. Kita sambut dan terima surat maupun kehadirannya," jelas Syarif saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).

Jokowi Berhalangan Hadir karena Agenda Negara

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar