Di Kompleks Parlemen, Senayan, suasana Rabu siang itu cukup ramai. Usai rapat, Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti menyempatkan diri untuk menanggapi sebuah berita yang cukup mengusik: pembunuhan seorang siswa SMP Negeri 26 Bandung. Korban, ZAAQ, tewas di tangan dua temannya sendiri. Mu’ti terlihat serius, wajahnya mengungkapkan keprihatinan yang dalam.
"Saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam ya," ujarnya, sambil menghela napas. "Kekerasan di Bandung itu, motifnya ternyata cuma soal putusnya pertemanan. Miris sekali."
"Tapi saya belum mendalami lebih lengkap," sambungnya, "apakah ada masalah lain selain itu."
Soal isu pengawasan yang dianggap kurang, Mu’ti punya pandangan lain. Menurutnya, kasus ini nggak bisa dilihat sepenggal-sepenggal. Ada satu hal yang menarik perhatiannya: latar belakang pelaku. Mereka sebelumnya tinggal di Garut, bukan Bandung.
"Kalau kita lihat kan, dia tinggalnya dulunya di Garut, baru kemudian melakukan tindakan di Bandung," jelas Mu’ti. "Ini jelas ada unsur perencanaan pembunuhan. Untuk detailnya, mungkin lebih lengkap ditanyakan ke pihak kepolisian."
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Plastik, Pedagang Pasar Keluhkan Kenaikan 50%
Kemkomdigi Tegaskan Rating Usia di Steam Bukan Klasifikasi Resmi IGRS
Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Hadapi Serangan Infrastruktur
Kubu Rismon Tegaskan Tudingan Libatkan JK dalam Kasus Ijazah Jokowi adalah Hoaks