Indonesia Undang Dunia Hadiri KTT Kelautan 2026 di Bali

- Rabu, 18 Februari 2026 | 19:15 WIB
Indonesia Undang Dunia Hadiri KTT Kelautan 2026 di Bali

Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno yang hadir memberikan pengantar mencoba menjelaskan perbedaan ini.

"KTT OIS berbeda karena menghadirkan pendanaan yang benar-benar berdampak untuk laut," ujar Havas.

"Contohnya, bagaimana membuat kegiatan pelayaran jadi lebih hijau, yang dilihat bukan sebagai biaya tambahan melainkan peluang investasi. Atau bagaimana ekosistem seperti terumbu karang dan lamun bisa dimanfaatkan untuk pendanaan berkelanjutan lewat nilai ekonomi karbonnya," sambungnya.

Dukungan pun datang dari salah satu negara sahabat. Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem Obaid Salem Aldhaheri, menyatakan dukungan penuhnya terhadap penyelenggaraan OIS pertama di Indonesia ini.

Menurutnya, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memegang peran yang sangat penting dalam mendorong tata kelola laut yang berkelanjutan untuk kepentingan global.

"Tentu saja saya akan mendorong UEA untuk bergabung di KTT ini. Saya melihat ini platform bagus yang akan mempengaruhi semua pihak yang terkait dengan lautan," ungkap Abdulla.

"Indonesia adalah negara yang tepat untuk memperkenalkan isu kelautan ke dunia, dengan cara yang sistematis," tambahnya.

Resepsi diplomatik yang jadi ajang peluncuran undangan ini sendiri dihadiri oleh 73 kedutaan besar negara sahabat dan 11 organisasi internasional. Tercatat ada 28 duta besar, puluhan perwakilan kedutaan setingkat wakil dubes, serta perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait di dalam negeri. Suasana pun terasa cukup padat dan penuh dengan obrolan diplomatik yang serius.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar