Namun begitu, Roja'i tak hanya datang untuk salat. Dia juga menantikan serangkaian kegiatan lain yang biasa digelar masjid kebanggaan nasional ini sepanjang Ramadan.
"Kalau buka bersama, ditunggu tuh kesannya di situ ada penceramahnya juga, terus ada tausiah, eh tausiahlah ya. Tausiah terus sama santunan anak yatim juga, terus ada arahan-arahan dari orang masjid begitu biar lebih baik gitu," jelasnya dengan rinci.
Di sisi lain, ada juga wajah-warga baru yang penuh antusiasme. Seperti Lala (23) dari Kebayoran Lama. Baginya, ini adalah pengalaman pertama yang sudah lama dinanti. "Excited banget, karena ini pertama. Kalau di Istiqlal atmosfernya beda," tuturnya.
Rencana untuk tarawih di Istiqlal sebenarnya sudah lama mengendap di pikirannya. Hanya saja, selalu ada halangan. "Ini pertama kali tarawih di Istiqlal, sebelumnya udah punya niatan. Tapi sering terhambat, karena kerja. Ini kebetulan dikasih waktu luang, akhirnya bisa tarawih di sini," cerita Lala lega.
Dari cerita mereka, terlihat jelas bagaimana Istiqlal bukan sekadar bangunan. Ia telah menjadi magnet spiritual, tempat di mana ribuan orang seperti Siti, Roja'i, dan Lala menyatukan hati untuk memulai perjalanan Ramadan dengan penuh makna.
Artikel Terkait
Muzani dan Haedar Nashir Bahas Geopolitik Global dalam Silaturahmi Halalbihalal
Jurnalis TVRI Luncurkan Antologi Puisi Kolaborasi 181 Penulis ASEAN
Gempa 7,6 SR: Warga Bitung Pulang, Trauma Masih Kuat di Maluku Utara
Patroli Gabungan Brimob dan Polres Jaktim Amankan Remaja Pelaku Miras dan Pelanggaran Lalu Lintas