Hari pertama Ramadan 1447 Hijriah disambut dengan semangat yang begitu terasa. Di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, kerumunan jamaah memadati pelataran dan ruang salat untuk tarawih perdana, menciptakan suasana yang begitu hidup dan khidmat sekaligus.
Siti Umidah dan keluarganya, misalnya, rela menempuh perjalanan jauh dari Serpong, Tangsel, demi momen ini. Bagi mereka, ini sudah jadi tradisi tahunan. "Sengaja, memang setiap tahun ke sini," ujarnya dengan senyum. Ada kebanggaan tersendiri baginya bisa beribadah di tempat yang ikonik itu.
"Salat tarawih sebetulnya nyaman sih masjid di mana-mana," akunya.
"Cuma kalau di Istiqlal serasa di Makkah aja kayaknya."
Nuansa yang megah dan luasnya ruangan, menurut Siti, membuat pengalaman ibadahnya terasa lebih afdol, sebuah pembuka Ramadan yang sempurna.
Perasaan serupa diungkapkan Muhammad Roja'i, warga Jakarta Barat. Bagi pria 35 tahun ini, datang ke Istiqlal di hari pertama tarawih ibarat ritual penyambutan bulan suci yang tak boleh terlewat. "Nah, begitu. Jadi kayak ritual itu, kita absen di malaikat yang pencatat amal tuh, Istiqlal saja dulu nih yang lebih bagus kan begitu," candanya.
Artikel Terkait
Muzani dan Haedar Nashir Bahas Geopolitik Global dalam Silaturahmi Halalbihalal
Jurnalis TVRI Luncurkan Antologi Puisi Kolaborasi 181 Penulis ASEAN
Gempa 7,6 SR: Warga Bitung Pulang, Trauma Masih Kuat di Maluku Utara
Patroli Gabungan Brimob dan Polres Jaktim Amankan Remaja Pelaku Miras dan Pelanggaran Lalu Lintas