"Justru kita harus saling menghormati karena kita semua tahu bahwa ada sebagian saudara-saudara kita muslim yang hari ini juga sudah mulai melaksanakan puasa," ujarnya.
Tak lupa, ia juga menyampaikan salam dan ucapan selamat dari pemerintah. "Kami mewakili Bapak Presiden, mewakili pemerintah, juga ingin menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh muslim di Indonesia," imbuh Prasetyo.
Dasar Penetapan Pemerintah
Perbedaan tanggal ini berangkat dari metode penetapan yang berbeda. Pemerintah, melalui Kementerian Agama, menetapkan awal Ramadan berdasarkan hasil sidang isbat yang mempertimbangkan laporan rukyatul hilal. Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa data hilal pada hari pemantauan tidak memenuhi kriteria yang telah disepakati.
"Secara hisab, data hilal hari ini tidak memenuhi kriteria hilal MABIMS," jelas Nasaruddin dalam konferensi pers.
Berdasarkan pertimbangan itu, sidang isbat kemudian mengambil keputusan. "Disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026," sambungnya. Keputusan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa puasa secara nasional dimulai sehari setelah Muhammadiyah memulainya.
Artikel Terkait
AS Klaim Sukses Evakuasi Awak Pesawat Tempur yang Jatuh di Iran, Tepergok Klaim Beda dari Teheran
Pengemudi Taksi Online di Jakarta Dijerat Tiga Pasal Usai Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
Saksi Beberkan Aliran Uang Non-Teknis Rp 100 Juta per Tahun untuk Sertifikasi K3 di Kemenaker
Rudal Iran Hancurkan Gedung di Haifa, Dua Tewas dan Dua Masih Hilang