Meski menolak keanggotaan penuh, Meksiko tetap akan hadir dalam pertemuan puncak tersebut dengan status pengamat. Keputusan ini diambil setelah pemerintah menerima undangan resmi. Sheinbaum menyebutkan bahwa langkah ini merupakan hasil koordinasi dengan jajaran diplomatiknya.
"Mereka mengundang kita untuk hadir sebagai pengamat; jika kita tidak akan berpartisipasi, maka hadirlah sebagai pengamat. Dan bersama dengan Menteri Luar Negeri, kita memutuskan bahwa Duta Besar kita untuk PBB akan hadir sebagai pengamat," tutur Sheinbaum.
Konteks Dukungan untuk Palestina
Pernyataan presiden perempuan pertama Meksiko ini konsisten dengan sikap luar negeri negaranya yang telah lama diutarakan. Sheinbaum secara terbuka telah mendukung Palestina, bahkan menyebut serangan Israel di Jalur Gaza sebagai tindakan genosida. Pemerintahannya terus mendorong solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik yang berkelanjutan.
Pengumuman Sheinbaum ini muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pertemuan Dewan Perdamaian akan digelar di Institut Perdamaian Donald J. Trump. Penolakan Meksiko, oleh para pengamat diplomasi, dipandang sebagai pesan penting tentang komitmen suatu negara terhadap prinsip-prinsip inklusivitas dalam proses perdamaian internasional, terlepas dari tekanan atau undangan dari kekuatan besar sekalipun.
Artikel Terkait
BRIN Konfirmasi Cahaya Misterius di Langit Lampung adalah Sampah Antariksa Roket China
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Sebagian Jakarta pada 7 April 2026
Polisi Semarang Buru Dua Pelaku Bacok Wanita yang Tolong Korban Jambret
PM Spanyol Serukan Penghentian Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon