Kesiapan Infrastruktur dan Personel
Untuk menjawab tantangan tersebut, ASDP telah menyiagakan 75 unit kapal yang diatur dalam skema operasional khusus. Inovasi juga dilakukan dengan menambah dermaga ekspres menjadi dua unit di setiap pelabuhan, yang bertujuan mempercepat proses bongkar muat kendaraan tanpa mengorbankan aspek keselamatan.
Dukungan sumber daya manusia juga diperkuat secara signifikan. Sebanyak 1.197 personel akan disiagakan di Pelabuhan Merak dan 786 personel di Bakauheni. Tugas mereka mencakup pengaturan lalu lintas kendaraan, pelayanan penumpang, serta pengawasan ketat terhadap standar keselamatan operasional.
Imbauan bagi Calon Penumpang
Menyikapi potensi kepadatan yang sangat tinggi, ASDP mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang. Langkah paling krusial adalah memesan tiket lebih awal melalui sistem tiket daring Ferizy, yang telah dapat diakses sejak 60 hari sebelum hari penyeberangan (H-60).
"Dan jumlah ini masih berpotensi bertambah mendekati periode puncak arus mudik," ucap Heru mengenai kuota tiket yang telah disiapkan, yang untuk lintasan Merak-Bakauheni saja telah mencapai lebih dari 1,5 juta tiket pada kuota awal.
Mekanisme pembayaran digital serta pengiriman tiket melalui WhatsApp atau email dirancang untuk memberikan kemudahan dan kepastian. ASDP juga menekankan pentingnya memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan, datang sesuai jadwal yang tertera, serta mengisi data diri dengan lengkap dan benar.
"Ini untuk mendukung kelancaran proses layanan selama periode angkutan Lebaran," pungkas Heru Widodo, menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Tiga Daerah di Sulsel Kolaborasi Olah Sampah Jadi Listrik 25 MW
Iran Izinkan Kapal Irak Melintasi Selat Hormuz di Tengah Blokade
Platform X Siapkan Fitur Auto-Lock untuk Cegah Penipuan Kripto
Polisi Buru Preman Diduga Aniaya Tuan Hajatan hingga Tewas di Purwakarta