“Area ini adalah zona tembak langsung dan dilarang memasukinya,” tegas militer. Tegas sekali.
Memang, sejak 1967, Israel menduduki Tepi Barat. Desa Jiftlik dan pangkalan Tirzah ini masuk dalam Area C, wilayah yang sepenuhnya berada di bawah kendali Israel. Kondisinya rumit.
Yang memperparah keadaan, sebagian besar area perbatasan dengan Yordania masih dipenuhi ranjau. Padahal, kedua negara ini sudah menandatangani perjanjian damai sejak 1994 lalu. Ironis, bukan?
Menariknya, baru pada Januari lalu, Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan telah mulai membersihkan ranjau di perbatasan. Katanya, ini bagian dari pekerjaan konstruksi untuk membangun penghalang baru yang konon bertujuan mencegah penyelundupan senjata.
Tapi nyatanya, ranjau itu masih ada. Dan kini, seorang anak bernama Mohammed harus meregang nyawa karenanya.
Artikel Terkait
UNIFIL Peringatkan Nyawa Pasukan Perdamaian Terancam Eskalasi Israel-Hizbullah
Jadwal Salat di Jakarta Hari Ini, Imsak Pukul 04.27 WIB
Gibran Soroti Pentingnya Modernisasi Alat untuk Dukung Petani Muda di Kupang
Anjloknya KA Bangunkarta di Brebes Kacaukan Lalu Lintas, 27 Perjalanan KA Dibatalkan dan Terhenti