Seorang anak Palestina, baru berusia 13 tahun, tewas setelah menginjak ranjau. Insiden memilukan ini terjadi di dekat sebuah kamp militer Israel di Tepi Barat. Bulan Sabit Merah Palestina yang pertama kali melaporkan kejadian ini, Rabu (18/2/2026).
“Tim kami menerima jenazah seorang anak berusia 13 tahun yang tewas setelah ranjau meledak di salah satu kamp lama di Jiftlik, di Lembah Yordania utara,”
Begitu bunyi pernyataan mereka, seperti dilansir AFP. Nama anak itu kemudian diketahui: Mohammed Abu Dalah, berasal dari desa Jiftlik.
Di sisi lain, konfirmasi juga datang dari pihak Israel. Sebuah sumber di COGAT badan Kementerian Pertahanan yang mengurusi urusan sipil Palestina mengakui kematian tersebut.
Namun begitu, pernyataan resmi militer Israel terdengar agak berbeda. Mereka menyebutkan tiga warga Palestina terluka “akibat bermain dengan amunisi yang belum meledak”. Pernyataan itu sama sekali tidak menyebut usia korban, apalagi soal ranjau.
Lokasi kejadiannya adalah area Tirzah. Ini adalah kamp militer di Lembah Yordania, tak jauh dari desa Jiftlik dan berdekatan dengan perbatasan Yordania.
“Area ini adalah zona tembak langsung dan dilarang memasukinya,” tegas militer. Tegas sekali.
Memang, sejak 1967, Israel menduduki Tepi Barat. Desa Jiftlik dan pangkalan Tirzah ini masuk dalam Area C, wilayah yang sepenuhnya berada di bawah kendali Israel. Kondisinya rumit.
Yang memperparah keadaan, sebagian besar area perbatasan dengan Yordania masih dipenuhi ranjau. Padahal, kedua negara ini sudah menandatangani perjanjian damai sejak 1994 lalu. Ironis, bukan?
Menariknya, baru pada Januari lalu, Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan telah mulai membersihkan ranjau di perbatasan. Katanya, ini bagian dari pekerjaan konstruksi untuk membangun penghalang baru yang konon bertujuan mencegah penyelundupan senjata.
Tapi nyatanya, ranjau itu masih ada. Dan kini, seorang anak bernama Mohammed harus meregang nyawa karenanya.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Tegas Larang Sweeping Rumah Makan dan SOTR yang Ricuh Saat Ramadan
Dortmund Amankan Keunggulan 2-0 atas Atalanta di Playoff Liga Champions
Gedung Polisi Militer Rusia Runtuh di Dekat Saint Petersburg, Diduga Akibat Ledakan
Sandy Walsh Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di 16 Besar AFC Champions League Elite