Anggota DPR Dorong Kampus Ukur Kesuksesan dari Jumlah Lulusan yang Jadi Pengusaha

- Selasa, 17 Februari 2026 | 22:30 WIB
Anggota DPR Dorong Kampus Ukur Kesuksesan dari Jumlah Lulusan yang Jadi Pengusaha

Kekayaan intelektual itu, menurutnya, adalah nilai yang bisa dikelola menjadi aset kreatif masyarakat.

Gagasan tersebut rupanya bukan hal baru bagi Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Rektornya, Prof. Dr. Jebul Suroso, menyambut baik tantangan itu.

"Kami sepakat," tegasnya.

Visinya sejalan: kampus harus melahirkan pencipta lapangan kerja, bukan pencari kerja. UMP sendiri sudah mulai mengarah ke sana lewat apa yang disebut smart curriculum.

Implementasinya? Bisa dilihat dari program hilirisasi kelapa kopyor. Dari sana lahir berbagai produk turunan, termasuk olahan cokelat, yang memberi nilai tambah. Tak hanya itu, ada juga program profesor berdampak. Para akademisi ini turun langsung memberdayakan masyarakat, misalnya di Kampung Inggris Banyumas yang jadi kawasan wisata edukasi.

Jadi, diskusi itu bukan sekadar wacana. Ada benih yang sudah ditanam, dan kini mendapat dorongan untuk tumbuh lebih cepat. Pertanyaannya sekarang, apakah indikator kesuksesan kampus memang akan bergeser? Dari sekadar nilai akademik, menjadi nyata kontribusinya di dunia usaha. Waktulah yang akan menjawab.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar