Suasana diskusi di Purwokerto kemarin cukup hangat. Topiknya? Peran kampus dalam ekonomi kreatif. Yang menarik, ada tantangan baru yang dilontarkan: perguruan tinggi dinilai tak boleh lagi puas hanya mencetak karyawan. Mereka harus berani menjadikan jumlah pengusaha muda sebagai ukuran kesuksesan.
Gagasan itu datang dari Kawendra Lukistian. Selain duduk di Komisi VI DPR, ia juga menjabat Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs). Dalam forum bertajuk 'Creative Hub, UMKM dan Digitalisasi', ia mendorong kampus untuk bertransformasi.
"Coba bayangkan," ujarnya.
"Bagaimana kalau KPI sebuah universitas, contohnya UMP, diisi dengan berapa banyak lulusannya yang punya usaha sendiri? Khususnya di sektor kreatif. Kita bisa tantang mahasiswa untuk bikin skripsi sambil merintis bisnis. Itu yang jadi syarat kelulusan."
Pernyataan itu ia sampaikan lewat keterangan tertulis, Selasa lalu. Intinya jelas: kampus harus jadi ruang praktik, bukan sekadar menara gading tempat teori bertebaran. Mahasiswa perlu didorong membangun usaha sejak dini, langsung dari bangku kuliah.
Di sisi lain, Kawendra melihat potensi besar di wilayah setempat.
"Purwokerto dan Banyumas ini sebenarnya intellectual territory," katanya lagi.
Artikel Terkait
Gubernur DKI: Ukhuwah Islamiyah Bisa Cegah Perang Berkepanjangan di Timur Tengah
Politisi Desak Penegakan Hukum atas Intimidasi Petugas Kebersihan di Cengkareng
Cuaca Panas Ekstrem Ancam Kesehatan, Waspadai Panas Dalam hingga Heatstroke
Libur Panjang Paskah, Kawasan Monas Ramai Dikunjungi Keluarga