Washington DC disambut cuaca cerah ketika pesawat Garuda Indonesia dengan nomor registrasi PK-GIF akhirnya mendarat. Di dalamnya, Presiden Prabowo Subianto. Tepat pukul dua belas siang waktu setempat, roda pesawat menyentuh landasan Pangkalan Militer Joint Base Andrews di Maryland. Kedatangannya kali ini punya agenda penting: rapat perdana Board of Peace atau BoP.
Di area parkir, tak jauh dari tangga pesawat, sudah menunggu sejumlah pejabat. Mereka siap menyambut sang Presiden. Ada Dubes RI untuk AS, Dwisuryo Indroyono Soesilo, disampingnya Atase Pertahanan KBRI Washington DC, Marsekal Pertama TNI E Wisoko Aribowo. Dari pihak tuan rumah, Komandan Grup Pemeliharaan Pesawat VVIP/VIP AU AS di pangkalan itu, Kolonel Gary Charland, juga hadir.
Turun dari pesawat, Prabowo langsung menyalami mereka satu per satu. Ia tampak mengenakan kopiah hitam yang sudah jadi ciri khasnya. Sapanya hangat, disertai senyum khas. Setelah selesai beramah-tamah, ia pun segera masuk ke dalam mobil kepresidenan yang telah disiapkan. Pengawalan ketat langsung dilakukan, gabungan antara Paspampres dan agen-agen Secret Service Amerika Serikat. Rombongan kemudian bergerak meninggalkan pangkalan, menuju hotel di pusat kota Washington DC.
Selama di AS, jadwal Presiden cukup padat. Menurut rencana, ada tiga agenda utama yang menunggu. Hari ini, Rabu (18/2), beliau akan bertemu dengan sekelompok pebisnis Amerika. Esoknya, Kamis (19/2), adalah acara inti: Konferensi Tingkat Tinggi pertama Dewan Perdamaian untuk Gaza. Tak kalah penting, pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga akan digelar. Dalam pertemuan itu, salah satu hal yang diantisipasi adalah penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik atau ART, yang negosiasinya sudah berjalan sejak tahun lalu.
Dalam penerbangannya dari Jakarta, Presiden tidak sendirian. Ia didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Nah, soal KTT BoP ini, kabarnya akan dipimpin langsung oleh Donald Trump Jr. sebagai inisiatornya. Beberapa pejabat Gedung Putih memang sudah menyebutkan tanggal 19 Februari 2026 sebagai waktu pelaksanaannya. Tampaknya, ini akan jadi pertemuan yang cukup diperhitungkan.
Selain Indonesia, Hungaria juga sudah mengonfirmasi kehadiran. Perdana Menterinya, Viktor Orban, akan hadir dalam KTT perdana ini.
Keikutsertaan Indonesia dalam BoP sendiri sudah resmi. Komitmen itu ditandai dengan tanda tangan Presiden Prabowo pada piagam pembentukan lembaga tersebut di Davos, Swiss, akhir Januari lalu. Kala itu, tepatnya 22 Januari 2026, peluncurannya digelar.
Lalu, siapa saja anggota lainnya? Amerika Serikat tentu saja, sebagai penggagas. Kemudian ada banyak negara, seperti Hungaria, Bahrain, Maroko, hingga Argentina. Tak ketinggalan Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Jordania, Kazakhstan, Republik Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan. Cukup beragam.
Kini, semua mata tertuju pada Washington. Apa hasil dari pertemuan-pertemuan penting ini? Kita tunggu saja kelanjutannya.
Artikel Terkait
Ibu Muda Tewas Diserang Buaya Saat Cari Kerang di Sungai Simeulue
Tokoh-Tokoh Kunci Israel Tolak RUU Hukuman Mati untuk Tahanan Palestina
Kebakaran Apartemen di Manlleu Tewaskan Lima Remaja
TNI AL Amankan Kapal Diduga Angkut Nikel Ilegal di Perairan Sulawesi