Langit Aceh Utara sore itu terik, tapi suasana di Desa Krueng Lingka justru ramai dan hangat. Di tengah pemukiman warga yang masih berbenah pascabencana, mahasiswa STIK-PTIK Angkatan 83 bergerak. Mereka membawa tradisi lama: Meugang, ritual makan daging bersama menyambut bulan suci Ramadhan.
Acara digelar Selasa (17/2) lalu. Bukan sekadar bagi-bagi makanan, tapi lebih pada upaya menghidupkan kembali semangat kebersamaan. Sasaran utamanya adalah para penyintas bencana di desa tersebut, yang berada di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
“Ini bagian dari pengabdian kami,” ujar salah satu mahasiswa, sambil membantu menyiapkan hidangan. “Meugang kan punya makna mendalam bagi masyarakat Aceh. Kami ingin mereka yang terdampak bencana tetap bisa merasakan sukacita menyambut Ramadhan, meski dalam kondisi serba sederhana.”
Artikel Terkait
Iran Klaim Operasi Penyelamatan Pilot AS Gagal Total, Bantah Pernyataan Trump
Sidibe Cetak Brace, Bhayangkara FC Kalahkan Persija 3-2 dalam Drama Injury Time
Bali United Hadapi PSBS Biak Tanpa Penonton di Kandang
Masih Ada Empat Long Weekend di Sisa 2026 Setelah Paskah