MURIANETWORK.COM - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menggelar latihan militer di kawasan strategis Selat Hormuz. Latihan ini digelar menjelang dimulainya kembali perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat di Jenewa, yang turut disoroti karena pengerahan kekuatan angkatan laut AS di wilayah yang sama.
Latihan yang dipimpin langsung oleh Panglima IRGC Jenderal Mohammad Pakpour ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan reaksi cepat pasukan. Media pemerintah Iran melaporkan, latihan ini merupakan antisipasi terhadap berbagai potensi ancaman keamanan di selat yang menjadi jalur vital perdagangan minyak global tersebut.
Latar Belakang Ketegangan di Selat Vital
Selat Hormuz dikenal sebagai titik lalu lintas maritim yang sangat krusial, di mana sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintas. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan perairan sempit ini kerap menjadi ajang ketegangan. Politisi garis keras Iran berulang kali menyuarakan kemungkinan untuk menutup selat tersebut, sebuah langkah yang akan berdampak besar pada stabilitas energi global.
Latihan militer kali ini mendapatkan perhatian khusus karena waktunya yang berdekatan dengan agenda diplomasi. Hanya selang sehari setelah latihan dimulai, perwakilan Teheran dan Washington dijadwalkan duduk kembali di meja perundingan di Jenewa, dengan Oman bertindak sebagai mediator.
Artikel Terkait
Gunung Semeru Erupsi Empat Kali, Kolom Abu Capai 1,2 Kilometer
Polda Metro Jaya Kerahkan 4.500 Personel Amankan Ibadah Paskah di Jakarta
Sopir Hilang Usai Toyota Innova Ringsek Ditabrak KRL di Bogor
Harga Minyak Melonjak Tajam Usai Trump Ancam Serang Iran, Protokol Hormuz Dikembangkan