Dia melanjutkan, kejadian mulai terasa Minggu dan pergerakan tanah sudah parah pada hari Seninnya.
Dampaknya luas sekali. Tak cuma permukiman, infrastruktur desa pun ikut menjadi korban. Tercatat tiga titik jalan baik desa maupun kabupaten rusak, disusul satu bendung irigasi dan sebuah jembatan desa. Sebuah musala juga ikut terdampak.
Di sektor pendidikan, kerugiannya cukup signifikan. Beberapa sekolah dan pondok pesantren seperti SDN Padasari 01, SMA Al Adalah, Ponpes Al Adalah, hingga MI Padasari mengalami kerusakan. Begitu pula dengan PAUD Al-Muna Padasari dan MDTA Nurul Atfal. Fasilitas kesehatan berupa Polindes Padasari pun tak luput.
Secara keseluruhan, bencana ini mengganggu hidup 150 kepala keluarga atau setara dengan 470 jiwa. Kawasan yang terdampak tersebar di beberapa RW dan RT di Desa Padasari, termasuk di Dukuh Tigasari dan Padareka. Pasca-tinjauan, langkah penanganan dan rehabilitasi menjadi pekerjaan rumah yang mendesak untuk segera dilakukan.
Artikel Terkait
BMKG Waspadakan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sebagian Besar Wilayah Indonesia, 3-9 April 2026
Karyawan PT Dua Kuda Indonesia Demo, Tolak Kepailitan Perusahaan Sehat
Kemenparekraf Sediakan Kanal Pengaduan, Respons Maksimal Tujuh Hari Kerja
KPK Periksa Sejumlah Biro Haji Pekan Depan Terkait Kasus Korupsi Kuota