Siang itu, suasana di Desa Padasari, Tegal, terasa hening. Ketua MPR Ahmad Muzani tiba di lokasi bencana tanah bergerak untuk melihat sendiri kerusakan yang terjadi. Dia menyusuri permukiman, memerhatikan kondisi rumah-rumah warga yang roboh hingga fasilitas umum yang hancur diterjang pergerakan tanah.
Rombongannya tiba sekitar Senin siang, tanggal 16 Februari 2025. Turut serta dalam peninjauan itu Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi'i, sejumlah anggota DPR RI, serta perwakilan dari pemerintah kabupaten dan kementerian terkait. Mereka langsung menuju titik terdampak.
Pemandangan di sana cukup memilukan. Aspal jalan terbelah dan ambles, sementara dinding-dinding rumah tampak miring atau sudah rata dengan tanah. Hampir tak ada aktivitas warga, karena area tersebut masih berstatus zona merah dan seluruh penghuninya sudah dievakuasi ke posko pengungsian. Meski begitu, sesekali masih terlihat beberapa orang menyelinap masuk, barangkali untuk mengambil sisa barang atau sekadar memastikan keadaan ladang mereka.
Bencana ini bukan hal baru. Menurut pantauan, tanah mulai bergerak sejak awal bulan, tepatnya Senin, 2 Februari. Pemicunya diduga adalah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut berhari-hari.
M Wisnu Imam dari Satgas BPBD Kabupaten Tegal membeberkan data kerusakan. "Jumlah sementara ada 104 rumah yang rusak," ujarnya.
Artikel Terkait
BMKG Waspadakan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sebagian Besar Wilayah Indonesia, 3-9 April 2026
Karyawan PT Dua Kuda Indonesia Demo, Tolak Kepailitan Perusahaan Sehat
Kemenparekraf Sediakan Kanal Pengaduan, Respons Maksimal Tujuh Hari Kerja
KPK Periksa Sejumlah Biro Haji Pekan Depan Terkait Kasus Korupsi Kuota