Larangan ini sebelumnya disampaikan Pramono Anung dengan nada tegas. Saat meresmikan gedung Gereja KGPM di Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2), gubernur menyatakan bahwa Ramadan harus disambut dengan kedamaian, bukan aksi-aksi yang justru menciptakan keresahan di masyarakat.
"Saya ingin menegaskan bahwa menyambut Ramadan itu harus penuh kedamaian dan kerukunan," tegas Pramono di lokasi.
Pernyataan itu ia sampaikan menanggapi kekhawatiran akan adanya aksi penyisiran oleh ormas ke tempat-tempat makan. Pemerintah Provinsi DKI, jelasnya, sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan ibadah berjalan tertib. Soal sweeping, ia tak mau kompromi.
"Saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping," tegasnya lagi.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen