Penyelidikan Polisi dan Dugaan Motif
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, menyatakan pihaknya tidak akan berhenti sebelum pelaku terungkap. Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan mendalami segala kemungkinan motif, termasuk apakah aksi ini mengandung unsur teror atau intimidasi.
"Kami sudah memeriksa para saksi dan mengamankan barang bukti. Tim sedang bekerja di lapangan. Kami tidak akan berspekulasi, namun semua kemungkinan termasuk unsur teror atau intimidasi sedang kami dalami," jelasnya.
Boim sendiri mengaku tengah aktif mendampingi sebuah kasus besar. Meski demikian, ia enggan menarik kesimpulan prematur terkait kaitan kasus tersebut dengan upaya penembakan terhadap dirinya.
"Saya memang sedang mendampingi kasus dugaan penculikan yang saat ini ditangani Polda Jateng. Tapi apakah ada kaitannya atau tidak, saya belum tahu," ungkapnya.
Komitmen Pengusutan Tuntas
Kasus ini telah menyita perhatian serius aparat kepolisian, tidak hanya karena melibatkan keluarga pejabat publik, tetapi juga menyangkut rasa aman masyarakat luas di Pekalongan. Polisi berkomitmen untuk mengusut tuntas setiap jalur yang ada, menganalisis rekaman CCTV, dan menelusuri barang bukti hingga akar permasalahannya terungkap. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan ketenangan sekaligus memberikan efek jera.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen