Karena itu, di sisi lain, keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal mutlak diperlukan. Bukan cuma untuk menerima manfaat, tapi juga terlibat dalam pengawasan di lapangan. Tubagus punya imbauan khusus.
“Apabila terdapat hal-hal yang tidak sesuai dalam pelaksanaan di lapangan, masyarakat diimbau untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya dalam keterangan pers pada Minggu, 15 Februari 2026.
Koordinasi itu penting agar masalah bisa ditindaklanjuti dengan cepat. Intinya, program ini diharapkan memberi dampak langsung. Sosialisasi yang masif dilakukan memang bertujuan meningkatkan pemahaman publik. Bahwa konsumsi makanan bergizi bukan sekadar urusan kenyang, tapi investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia.
Melalui rangkaian sosialisasi seperti di Serang ini, pemerintah dan mitra kerjanya berharap MBG bisa berjalan efektif. Tepat sasaran, berkelanjutan. Dan yang utama, didukung secara aktif oleh masyarakat di setiap wilayah.
Artikel Terkait
Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.982 per Dolar AS di Awal Perdagangan
Kebakaran SPBE di Bekasi Diduga Dipicu Kebocoran Gas dan Korsleting, 12 Orang Luka Bakar
Anggota DPRD DKI Desak Pemprov Tetapkan Status Darurat Sampah
BMKG: Gempa Megathrust M 7,6 di Sulut Berpotensi Tsunami Tinggi