Gempa M7,6 Guncang Bitung, BMKG Catat 23 Kali Gempa Susulan dan Keluarkan Peringatan Tsunami

- Kamis, 02 April 2026 | 09:00 WIB
Gempa M7,6 Guncang Bitung, BMKG Catat 23 Kali Gempa Susulan dan Keluarkan Peringatan Tsunami

Gempa Dahsyat Guncang Bitung, Disusul Rangkaian Getaran Kuat

Bitung masih bergetar. Pasca diguncang gempa besar berkekuatan 7,6 Magnitudo pagi tadi, wilayah Sulawesi Utara itu terus merasakan gempa susulan. Data terbaru dari BMKG mencatat, tak kurang dari 23 kali gempa susulan telah terjadi. Getaran terkuat di antaranya mencapai M5,8, sementara yang paling lemah tercatat di angka M3,2. Situasinya masih sangat dinamis.

Menurut sejumlah saksi, guncangan utama terasa sangat kuat dan berlangsung cukup lama. Kepanikan sempat melanda, warga berhamburan keluar rumah.

Pusat gempa utama sendiri berada di laut, tepatnya 129 kilometer arah tenggara Kota Bitung. Koordinatnya 1.25 Lintang Utara – 126.27 Bujur Timur, dengan kedalaman yang direvisi BMKG menjadi 62 kilometer di bawah permukaan laut. Revisi ini menunjukkan proses analisis data yang masih terus berjalan.

“Telah terjadi gempa bumi mag:7.6, lokasi:129 km Tenggara BITUNG-SULUT, waktu:02-Apr-26 05:48:14 WIB, kedlmn:62 Km, gempa ini berpotensi TSUNAMI,”

Begitu bunyi keterangan resmi pertama yang dikeluarkan BMKG, lengkap dengan peringatan potensi tsunami. Peringatan itu membuat suasana makin mencekam di pesisir.

Namun begitu, BMKG juga menyisipkan catatan penting. Mereka mengakui bahwa informasi awal yang dirilis mengutamakan kecepatan penyebaran. Maklum, dalam situasi darurat seperti ini, kecepatan informasi sama vitalnya dengan akurasinya.

“Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,”

Jelas pernyataan mereka. Artinya, segala parameter mulai dari magnitudo, kedalaman, hingga dampaknya masih mungkin mengalami penyesuaian. Tim di lapangan dan di pusat data terus bekerja. Untuk saat ini, fokus utama adalah memantau perkembangan dan memberi peringatan dini yang diperlukan. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi dari saluran resmi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar