Subuh di Gaza sekali lagi pecah oleh dentuman, bukan oleh cahaya. Gencatan senjata yang seharusnya jadi masa tenang, ternyata kembali dilanggar. Dalam 24 jam terakhir, serangkaian serangan dilaporkan menewaskan sepuluh warga Palestina.
Menurut laporan Al-Jazeera pada Minggu (15/2/2026), sembilan dari korban jiwa itu berjatuhan sejak fajar menyingsing. Serangan pertama mengguncang wilayah Jabalia, di utara Gaza. Sasaran yang ditembak? Sebuah tenda pengungsian. Tempat yang seharusnya menjadi perlindungan, justru berubah jadi lokasi tragedi.
Tak lama setelah itu, serangan udara lain menghantam Khan Younis. Di sana, sedikitnya lima nyawa melayang. Mereka yang selamat menggambarkan korban sedang menjalani aktivitas sehari-hari ketika serangan mendadak itu terjadi.
Artikel Terkait
Pengemudi Taksi Online Diamankan Usai Pelecehan Penumpang, Diduga di Bawah Pengaruh Sabu
Indonesia Jadi Rujukan Global Berkat Digitalisasi Ruang Kelas
Pemkot Bekasi Terapkan WFH Setiap Rabu untuk Efisiensi Energi
Dubes Iran: Isu Perpecahan Suni-Syiah Sengaja Dihasilkan Zionis