Di Jakarta Selatan, Jumat lalu, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi berbicara cukup blak-blakan. Menurutnya, perang yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran ternyata memicu lagi debat usang soal Suni versus Syiah. Tapi Boroujerdi punya pandangan lain. Ia justru menuding isu perpecahan mazhab itu sengaja dihembuskan oleh Zionis.
"Perbedaan itu sudah ada, ya. Tapi perpecahan, itu lain cerita," ujarnya kepada para wartawan.
Boroujerdi meyakini, perpecahan antarmazhab bahkan antaragama sengaja diciptakan dan dikondisikan oleh Zionis. Tujuannya jelas: memecah belah.
"Supaya umat Islam, atau umat manusia secara luas, jadi terkotak-kotak. Terpisah-pisah, tercerai-berai," tegasnya.
Dan kalau sudah tercerai-berai, itu jadi masalah besar. Iran akan lemah. Menjadi target empuk yang gampang dihancurkan bahkan dihilangkan oleh mereka.
Lalu, bagaimana kondisi di Iran sendiri? Boroujerdi mengklaim di sana pembahasan Suni-Syiah sudah tak relevan. Masyarakatnya majemuk. Di beberapa wilayah, justru mayoritasnya Ahlusunah.
Artikel Terkait
HNW Kecam UU Hukuman Mati Israel, Sebut Alat Diskriminasi Sistematis
Imam Katedral Jakarta Serukan Ketahanan Iman Kaum Muda di Tengah Krisis Global
Penumpang KA Sancaka Terluka Usai Lompat dari Kereta yang Melaju di Stasiun Klaten
Turis Belgia Dideportasi Usai Lompat Tebing dan Rusakkan Motor Sewaan