Dubes Iran: Isu Perpecahan Suni-Syiah Sengaja Dihasilkan Zionis

- Jumat, 03 April 2026 | 13:35 WIB
Dubes Iran: Isu Perpecahan Suni-Syiah Sengaja Dihasilkan Zionis

Di Jakarta Selatan, Jumat lalu, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi berbicara cukup blak-blakan. Menurutnya, perang yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran ternyata memicu lagi debat usang soal Suni versus Syiah. Tapi Boroujerdi punya pandangan lain. Ia justru menuding isu perpecahan mazhab itu sengaja dihembuskan oleh Zionis.

"Perbedaan itu sudah ada, ya. Tapi perpecahan, itu lain cerita," ujarnya kepada para wartawan.

Boroujerdi meyakini, perpecahan antarmazhab bahkan antaragama sengaja diciptakan dan dikondisikan oleh Zionis. Tujuannya jelas: memecah belah.

"Supaya umat Islam, atau umat manusia secara luas, jadi terkotak-kotak. Terpisah-pisah, tercerai-berai," tegasnya.

Dan kalau sudah tercerai-berai, itu jadi masalah besar. Iran akan lemah. Menjadi target empuk yang gampang dihancurkan bahkan dihilangkan oleh mereka.

Lalu, bagaimana kondisi di Iran sendiri? Boroujerdi mengklaim di sana pembahasan Suni-Syiah sudah tak relevan. Masyarakatnya majemuk. Di beberapa wilayah, justru mayoritasnya Ahlusunah.

"Ambil contoh wilayah barat dan timur. Diduduki mayoritas Suni, tapi tetap ada warga Syiahnya. Begitu pula sebaliknya. Di komunitas Syiah, ada juga Ahlusunah. Mereka nggak lagi kenal yang namanya pencerai-beraian," tambahnya.

Ia bahkan menyebut, banyak dari Ahlusunah yang jadi tentara dan panglima di Iran. Intinya, soal mazhab ini sudah tidak jadi bahan perdebatan lagi.

"Jadi ya sudah nggak ada lagi. Mereka juga sadar," ucap Boroujerdi dengan nada getir. "Ketika rudal Israel dijatuhkan, rudal itu nggak pilih-pilih. Suni atau Syiah, semuanya kena dampaknya."

Karena itulah, dalam kondisi perang seperti sekarang, ia menegaskan bahwa perbedaan mazhab dan agama tak perlu dibesar-besarkan. Justru, yang memisah-misahkan itu siapa?

"Kalau kita lihat fakta hari ini, Israel-lah yang aktif memisah-misahkan antaragama," tutupnya tegas.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar