Arab Saudi Tegaskan Sikap Tak Berubah: Negara Palestina Syarat Mutlak Sebelum Normalisasi dengan Israel

- Selasa, 26 Mei 2026 | 12:35 WIB
Arab Saudi Tegaskan Sikap Tak Berubah: Negara Palestina Syarat Mutlak Sebelum Normalisasi dengan Israel

Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa sikapnya terhadap isu Palestina tidak mengalami perubahan. Kerajaan menekankan perlunya “jalan yang tak bisa dihentikan menuju negara Palestina” sebagai syarat utama yang tidak dapat ditawar.

Pernyataan ini disampaikan oleh seorang sumber resmi Saudi kepada media Al Arabiya English pada Selasa (26/5/2026). Penegasan tersebut muncul sebagai respons terhadap desakan terbaru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Sehari sebelumnya, pada Senin (25/5) waktu setempat, Trump mendesak negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim di Timur Tengah dan kawasan sekitarnya untuk segera menormalisasi hubungan dengan Israel. Langkah itu disebutnya sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian Iran yang tengah dirancang oleh pemerintahannya.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebutkan sejumlah negara yang pemimpinnya telah ia hubungi pada hari Sabtu lalu. Pembicaraan tersebut, menurutnya, difokuskan pada upaya mengakhiri konflik dengan Iran.

“Setelah semua pekerjaan yang dilakukan oleh Amerika Serikat untuk mencoba dan menyatukan teka-teki yang sangat kompleks ini, seharusnya wajib bagi semua negara ini, setidaknya secara bersamaan, untuk menandatangani Perjanjian Abraham,” tulis Trump.

Perjanjian Abraham merupakan serangkaian kesepakatan yang dimediasi oleh pemerintahan Trump pada tahun 2020. Kesepakatan itu mengatur normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan negara-negara yang secara historis berada dalam posisi bermusuhan dengannya.

Di sisi lain, posisi Arab Saudi telah lama jelas dan konsisten. Kerajaan berulang kali menyatakan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel tanpa adanya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar