Namun begitu, pihak Israel punya klaim berbeda. Mereka menyatakan bahwa di antara korban tersebut, terdapat lima orang yang diidentifikasi sebagai pejuang Hamas.
Ditambah dengan satu korban dari serangan sebelumnya, angka kematian dalam sehari ini pun genap menjadi sepuluh orang. Situasinya sungguh memilukan.
Di sisi lain, catatan pelanggaran selama masa gencatan ini sudah menggunung. Sejak dimulai Oktober 2025, tercatat lebih dari 1.600 kali pelanggaran terjadi. Angka korban jiwa warga Palestina dalam periode yang sama bahkan mendekati 600 orang. Gencatan senjata yang diharapkan membawa perdamaian, nyatanya hanya memberi jeda sejenak di antara rentetan kekerasan yang tak kunjung usai.
Artikel Terkait
Pengemudi Taksi Online Diamankan Usai Pelecehan Penumpang, Diduga di Bawah Pengaruh Sabu
Indonesia Jadi Rujukan Global Berkat Digitalisasi Ruang Kelas
Pemkot Bekasi Terapkan WFH Setiap Rabu untuk Efisiensi Energi
Dubes Iran: Isu Perpecahan Suni-Syiah Sengaja Dihasilkan Zionis