Heboh konten yang menampilkan adegan menginjak makam membawa dua kreator, Mak Daster dan Inung Sia, ke ranah hukum. Mereka dilaporkan ke polisi. Ternyata, belakangan diketahui, makam yang jadi sumber masalah itu cuma properti belaka. Imbasnya, keduanya memutuskan untuk berhenti membuat konten untuk sementara waktu.
Laporan itu masuk ke Polres Cianjur. Kasatreskrim setempat, AKP Fajri Amelia Putra, langsung bergerak cepat. Ia dan tim mendatangi lokasi untuk memastikan sendiri kondisi sebenarnya.
“Kami langsung mendatangi lokasi, untuk memastikan apakah makan tersebut asli atau palsu,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
“Dan kami langsung lakukan pembongkaran, dengan disaksikan perangkat kecamatan, desa, serta konten kreatornya,” tambah Fajri.
Hasilnya? Dugaan banyak orang terbukti. Makam itu palsu. Setelah digali, yang ditemukan cuma ruang kosong. Di kedalaman sekitar satu setengah meter, cuma ada pipa saluran air, bukan apa-apa. “Jadi memang itu palsu, sebatas properti konten,” tegasnya.
Di sisi lain, kuasa hukum kedua kreator, Asep Muladi, sudah lebih dulu menegaskan hal serupa. Menurutnya, itu semua hanya bagian dari set konten.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen